nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gawat! Wanita Kurus Lebih Mudah Menopause Dini Dibanding Wanita Gemuk

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 26 Oktober 2017 11:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 26 481 1802667 gawat-wanita-kurus-lebih-mudah-menopause-dini-dibanding-wanita-gemuk-xdZGXiUgmF.jpg Tubuh Kurus Cepat Menopause (Foto: Dailymail)

MEMILIKI badan ideal adalah keinginan banyak orang. Tak hanya perempuan, laki-laki pun begitu. Namun, yang harus dipahami di sini adalah, tubuh ideal itu tidak terlalu kurus, ya. Peringatan ini ditujukan untuk perempuan.

Pasalnya, mereka yang bertubuh terlalu kurus, berdasar penelitian yang baru-baru ini diterbitkan, memiliki risiko menopause dini lebih tinggi. Hal ini terlihat dari hasil studi yang dilakukan pada 80.000 perempuan. Dari jumlah tersebut, mereka yang memiliki berat tubuh terlalu kurus berisiko tiga kali lipat menopause dini.

Dilansir dari Daily Mail, Kamis (26/10/2017), sebuah teori menjelaskan bahwa perempuan bertubuh terlalu langsing memiliki kadar hormon estrogen lebih rendah. Nah, tingkat estrogen biasanya akan terus berkurang beriringan dengan bertambahnya usia.

Perempuan yang berusia 40-an dan awal 50-an biasanya diindikasikan mengalami menopause. Karena itu, ketika si pemilik tubuh langsing dinyatakan memiliki hormon estrogen yang rendah, bagaimana jika mereka memasuki usia 40-an? Risiko menopause dininya pun semakin tinggi.

Studi ini merupakan tindak lanjut dari penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa perempuan bertubuh langsing memiliki masalah kesuburan. Berbanding terbalik dengan perempuan bertubuh besar.

Periset dari University of Massachusetts, Boston, coba meneliti hipotesis tersebut pada 78.759 wanita berusia 25 sampai 42 tahun. Ada standar khusus dimana, mereka yang diklasifikasikan kurus adalah mereka yang memiliki BMI kurang dari 18,5.

Hasilnya mengungkapkan bahwa, perempuan yang memiliki berat badan terlalu kurus pada usia berapa pun memiliki risiko menopause dini 30 persen lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yang berat badannya terbilang normal.

Sebaliknya, perempuan yang kelebihan berat badan atau yang memiliki BMI antara 25 sampai 30, memiliki kemungkinan 30 persen lebih rendah untuk mengalami menopause dini.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Human Reproduction, ini mengatakan ada 'implikasi penting' bagi wanita dengan berat badan kurang dengan kesuburannya.

Dr Kathleen Szegda, peneliti studi ini mengatakan temuannya menunjukkan bahwa wanita yang memiliki berat badan terlalu langsing pada awal atau pertengahan masa dewasanya mungkin berisiko tinggi mengalami menopause dini.

“Sekarang ini, sekitar 10 persen perempuan dinyatakan menopause dini dan dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi,” terang Dr Szegda. Tak hanya itu, masalah sepertic penurunan kognitif, osteoporosis, dan kematian dini, juga jadi temuan studi ini.

Dr. Szegda menambahkan, perempuan yang bertubuh besar mungkin akan langsung berkonsultasi dengan dokter gizi pribadinya. Apalagi mengingat fakta ini bisa dikatakan menguntungnya mereka.

Namun, yang perlu dipahami di sini ialah menopause dini tidak bisa dipahami secara jelas. Banyak faktornya. “Temuan kami ini menunjukkan bahwa kekurangan berat badan mungkin memiliki dampak nyata ke proses menopause. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana peningkatan risiko menopause dini ini bisa terjadi,’’ pungkas Dr. Szegda.

Sedikit informasi, masa menopause biasanya terjadi antara usia 45 sampai 55. Tapi pada kasus tertentu, satu dari sepuluh orang yang menopause, mengalami menopause sebelum usia 45 dan satu dari 100 sebelum usia 40 tahun.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini