nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingin Hidup Sehat, Mulailah dengan Ketahui Kandungan Gizi Makanan yang Dikonsumsi

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 26 Oktober 2017 15:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 26 481 1802838 ingin-hidup-sehat-mulailah-dengan-ketahui-kandungan-gizi-makanan-yang-dikonsumsi-OHyMUwK4qQ.jpg Ilustrasi (Foto: Gymaholic)

INDONESIA akan jadi tuan rumah dari penyelenggaraan Asia Pasific Food Forum (APFF) 2017. Acara diskusi berkelas internasional ini nantinya akan dilaksanakan di Jakarta pada 30-31 Oktober 2017.

Bekerjasama dengan EAT Foundation, APFF 2017 yang akan berlangsung sebentar lagi tersebut akan diikuti oleh semua pihak yang dalam bidang kesehatan, lingkungan hidup dan sistem pangan, seperti pemerintah, akademisi/ilmuwan, NGO's, politisi, pelaku bisnis, yang berasal dari berbagai negara.

 

(Baca Juga: Bahan Alami untuk Atasi Flu Perut, Air Beras hingga Ramuan Kayu Manis)

Indonesia sendiri merupakan negara yang memiliki rekam jejak cukup buruk dibidang kesehatan, sistem pangan dan lingkungan hidup. Pasalnya, meski angka persentase anak yang mengalami gizi buruk kronis telah turun dari 37,2 persen menjadi 27,5 persen dalam kurun waktu tiga tahun atau periode 2014-2016, akan tetapi luas ketersediaan lahan untuk bertani, bercocok tanam dan sebagainya untuk upaya penyediaan makanan sehat terus berkurang karena pertumbuhan penduduk yang berjalan seirama dengan kebutuhan papan atau perumahan.

"Indonesia memang memiliki sumber daya alam yang berlimpah, tapi perlu diingat juga jumlah penduduk pun terus bertambah dan kebutuhan akan papan juga terus meningkat yang artinya akan mengurangi luas lahan untuk bercocok tanam atau bertani," ucap Prof. Nila F. Moeloek, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dalam kesempatan media briefing menuju Asia Pasific Food Forum (APFF) 2017 30-31 Oktober 2017 mendatang, di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis (26/10/2017).

(Baca Juga: SUNGGUH KREATIF!!! Labu Kuning Diukir Menjadi Sesuatu yang Bernilai Seni Tinggi, Bagaimana Bentuknya?)

Ketersediaan atau ketahan pangan di Indonesia juga tidak boleh dianggap jadi masalah yang sepele. Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah pun tidak menutup kemungkinan akan kekurangan pangan jika masalah tersebut tidak diantisipasi sedari dini.

Untuk itu, masyarakat pun setidaknya dapat berperan aktif dalam memberikan perhatian lebih pada isi piring yang dimakan sehari-hari. Dalam siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (26/10/2017), peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap isi piring mereka saat ini merupakan suatu keharusan.

(Baca juga: Begini Penampakan Masjid Tanpa Kubah di Teheran yang Jadi Kontroversi)

Perubahan gaya hidup dan meningkatnya tren penyakit tidak menular adalah bukti yang menunjukkan sesuatu yang keliru pada kebiasaan makan dan pengetahuan makanan yang dikonsumsi. Pentingnya akan pengetahuan isi piring daoat membuat seseorang bisa hidup sehat lebih lama dan makanan yang sehat tidak harus mahal.

"Kebiasaan orang Indonesia saat ini ialah hanya memperhatian kuantitas makanan bukan kualitas makanan. Ketika makan nasi Padang misalnya, jika nasi yang diterima lebih banyak pasti lebih senang," ucap Prof. Nila F. Moeloek, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dalam kesempatan media briefing menuju Asia Pasific Food Forum (APFF) 2017 30-31 Oktober 2017 mendatang, di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis (26/10/2017).

(Baca juga: Gawat! Wanita Kurus Lebih Mudah Menopause Dini Dibanding Wanita Gemuk)

Untuk bisa memberikan kualitas pada makanan yang akan dikonsumsi, maka setiap orang harus memperhatikan asupan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang seimbang dalam isi piringnya. Seperti yang dilansir dari laman Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan, Kamis (26/10/2017), setiap orang harus mengonsumsi pangan yang beragam karena tidak ada satu jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Dalam satu kali makan, setiap orang harus menyajikan sayur-sayuran dan buah-buahan menjadi porsi terbesar yang artinya mengambil bagian separuh dari bagian piring. Sementara, separuh bagian lainnya diisi dengan karbohidrat dan protein. Untuk porsi protein pun disarankan memiliki ukuran yang lebih banyak daripada karbohidrat.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini