nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Astaga! YLKI Prediksi Prevalensi Merokok Masih Akan Terus Meningkat, Begini Penjelasannya?

Agregasi Antara, Jurnalis · Kamis 26 Oktober 2017 15:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 26 481 1802854 astaga-ylki-prediksi-prevalensi-merokok-masih-akan-terus-meningkat-begini-penjelasannya-msyo8Ri7aC.jpg Ilustrasi (Foto: Antara)

JAKARTA - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan prevalensi merokok di Indonesia masih akan terus meningkat karena pemerintah berencana pada tahun depan menaikkan cukai tembakau rata-rata 10,04 persen.

Harga rokok masih sangat terjangkau oleh rumah tangga miskin dan anak-anak serta remaja. “Kenaikan rata-rata 10,04 persen hanya akan menaikkan harga rokok Rp30,00 hingga RP50,00 per batang,” kata Tulus di Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Nominal itu tidak akan berdampak bagi rumah tangga miskin dan anak-anak serta remaja karena masih bisa dijangkau. Apalagi, rokok masih bisa dibeli secara batangan.

Tulus mengingatkan survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa rumah tangga termiskin lebih banyak membelanjakan uangnya untuk rokok daripada pemenuhan gizi dan pendidikan anak. Rokok menempati posisi kedua setelah beras dalam pembelanjaan rumah tangga termiskin.

(Baca Juga: Wanita Kurus Lebih Mudah Menopause Dini Dibanding Wanita Gemuk)

"Kementerian Keuangan masih gagal memahami cukai sebagai instrumen pengendalian konsumsi tembakau sebagaimana filosofi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai," tuturnya.

Tulus menduga Kementerian Keuangan masih lebih banyak mendengarkan pendapat industri rokok dan mengabaikan masukan masyarakat sipil yang mendorong pengendalian tembakau yang lebih ketat.

(Baca Juga: Gaya Liburan Mewah si Ratu Hermes, Jamie Chua Ini Bikin Ngiler!)

Pemerintah akan menaikkan cukai tembakau rata-rata 10,04 persen yang berlaku pada tanggal 1 Januari 2018. Keputusan menaikkan cukai tembakau itu ditetapkan dalam rapat internal yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Kamis (19/10).

Menurut laporan Bank Dunia yang berjudul "Reformasi Pajak Tembakau: Persimpangan Jalan antara Kesehatan dan Pembangunan", Menteri Keuangan sebuah negara bisa menyelamatkan lebih banyak jiwa dari pada Menteri Kesehatan dengan menaikkan cukai rokok.

(Baca Juga: Seks Jadi Kurang Nikmat, Ini Penyebab Muncul Rasa Sakit Setelah Bercinta)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini