Selain Echa, Inilah Sederet 'Putri Tidur' di Dunia Nyata

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Jum'at 27 Oktober 2017 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 27 481 1803542 selain-echa-inilah-sederet-putri-tidur-di-dunia-nyata-Fjcuopgq8s.jpg Beth Goodier (Foto: Dailystar)

SITI Raisa Miranda atau kerap disapa Echa, Gadis asal Kalimantan yang mendadak menghebohkan jagad dunia maya. Bagaimana tidak, gadis belia asal Banjarmasin ini tertidur lelap selama 13 hari.

Dalam postingan akun facebook @Yuni Rusmini, pada Sabtu lalu sekira pukul 09.00 Wita gadis itu terbangun. Namun, tak lama kemudian ia kembali melanjutkan tidurnya. Barulah pada Minggu 22 Oktober 2017, gadis yang tinggal di Jalan Pangeran, RT 4, Banjarmasin itu benar-benar terbangun dan membuka kedua matanya.

(Baca juga:  Biar Enggak Kaya ''Telor Ceplok'', Begini Latihan Sederhana agar Payudara Kencang seperti Nikita Mirzani)

Kondisi yang dialami Echa ini disebut Sindrom Kleine-Levin (KLS). Sindrom KLS sering juga disebut Sindrom Putri Tidur atau ''Sleeping Beauty Syndrome''.
 
Nah, ternyata selain Echa, ada sejumlah Putri Tidur di dunia nyata. Siapa saja mereka? Simak rangkuman Okezone dari berbagai sumber:

1. Wyatt

Wyatt, bocah laki-laki dari Elizabethtown, Kentucky, tertidur lelap selama 11 hari. Saat dia tidur, ibunya mencoba untuk membangunkannya, tapi selalu gagal. Ibunya mencoba membangunkannya keesokan harinya tapi dia kembali tidur setelah secara singkat mendapatkan kembali kesadarannya.

(Baca juga: Sudah Raup Untung 5,7 Triliun, Kylie Jenner Masih Ingin Kembangkan Produk Kosmetiknya)

Sang ibu hanya berpikir kalau putranya itu sangat lelah usai menjadi pengiring pernikahan pamannya sehari sebelumnya. Tapi, anehnya Wyatt tidur hingga waktu yang cukup lama.

Kemudian, ibunya segera membawa Wyatt ke dokter setelah menemui kejadian ini. Dokter mencoba untuk mendiagnosa kelainan yang diidap bocah itu. Tim medis menguji apakah ada sampel parasit, bakteri dan risiko penyakit menular dalam tubuhnya.

Karena gejala awalnya ditandai dengan rasa lelah berlebihan. Pada saat itu, untuk mencegah kejang, sang dokter memberikan obat. Tujuan lainnya yakni supaya Wyatt segera terbangun dari tidurnya.

2. Beth Goodier

Gadis cantik asal Inggris, Beth Goodier pada 2011 didiagnosa mengalami gangguan tidur sindrom Kleine-Levin. Sindrom tersebut membuatnya tidur 22 jam setiap harinya selama beberapa bulan.

(Baca juga: Polusi Udara Jadi Momok Menakutkan, Menkes: Jalan Kaki di Jakarta Harus Pakai Masker)

Setelah didiagnosis, gadis cantik berusia 22 tahun ini pun menghabiskan lima tahun di rumah ibunya di Stockport, Inggris. Beth sanggup tidur seharian dan hanya terbangun jika lapar, haus, mimpi buruk, makan, minum, buang air, lalu tidur lagi sepanjang hari.

(Foto; Cosmopolitan)

Sindrom Kleine-Levin atau yang populer disebut sindrom Sleeping Beauty ini membuatnya tidur dalam jangka waktu sangat lama, perilakunya sulit diubah hingga tidak tahu tentang informasi terbaru.

Pada 2014, dia pergi ke pusat kebugaran untuk mengatasi gangguan tidurnya itu. Namun cara tersebut tidak signifikan memperbaiki sindrom Sleeping Beauty yang dialami.

“Apa pun yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki kesehatan saya, saya akan melakukannya demi tubuh sehat,” kata dia, seperti dikutip Cosmopolitan.

(Baca juga: Simple Dress Berbalut Ikat Indonesia Memukau di Jakarta Fashion Week 2018)

Akhirnya, Beth konsultasi dengan ahli saraf Guy Leschziner. Kata Guy, gangguan tidur ini sangat mengganggu pendidikan mereka, kehidupan sosial dan kehidupan keluarga dan memengaruhi masa depannya nanti jika tidak segera di atasi.

“Kebanyakan orang mengalami kondisi ini pada usia 16 tahun dan berlangsung selama 13 tahun,” papar Guy.

Setelah konsultasi dan menjalani segudang terapi untuk mengatasi gangguan tidurnya itu. Kini Beth telah menyelesaikan studinya sebagai psikolog anak. Beth kini lebih percaya diri dan siap melihat masa depannya yang cerah.

3. Kaitlyn Terrana

Kaitlyn Terrana adalah seorang gadis yang memiliki kondisi langka di mana dia tertidur hingga 20 jam sehari. Awalnya dokter yang memeriksa kondisi Kaitlyn mengira gadis ini mengalami depresi parah, sehingga selalu tidur hampir sepanjang hari. Kaitlyn lalu dibawa ke seorang ahli saraf untuk memastikan kondisinya.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ahli saraf mengatakan bahwa gadis berusia 22 tahun itu terkena Kleine-Levin Syndrome (KLS). KLS adalah sebuah kondisi neurologis langka yang ditandai dengan periode tidur berlebihan. Kondisi ini dikenal juga dengan Sleeping Beauty Syndrome yang membuat penderitanya menjadi lesu, apatis, dan tidak fokus.

Kaitlyn merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya saat dia berusia 15 tahun. Dia menjadi sering tidak fokus dan tertidur di dalam kelas. Guru-guru yang prihatin dengan kondisi Kaitlyn lalu menghubungi orangtuanya dan menyarankan agar Kaitlyn dibawa ke dokter karena sepertinya dia mengalami depresi.

Sebulan kemudian, kondisi Kaitlyn kembali seperti semula. Dia seolah merasa terbangun dan tidak bisa mengingat kondisi yang dialami sebelumnya.

“Aku merasa seperti ruang kosong dan ketika tersadar, aku merasa ketakutan karena tahu ada yang tidak beres,” ungkap Kaitlyn seperti yang dikutip dari Daily Mail.

Setelah merasa terbangun, dia kembali mengunjungi dokter. Gadis asal Kanada itu kembali mengalami hal yang sama enam minggu kemudian. Dia akan tertidur selama 20 jam sehari yang berlangsung 10 hari.

“KLS telah merampas 100 hari hidupku. Terlebih obat-obatan yang diberikan dokter tidak ada yang berhasil. Hal itu telah membuat saya mulai kehilangan harapan. Aku mencoba untuk menerima nasib dan berpikir kondisi ini akan terus berlangsung seumur hidup,” tutur Kaitlyn.

Tidak sampai di situ, Kaitlyn harus rela kehilangan kontak dengan teman-temannya karena mereka menganggap Kaitlyn memalsukan sakitnya. Kaitlyn juga sempat menyerah terhadap keinginannya menjadi seorang dokter. Gadis itu menunda kuliahnya dan kembali bersekolah separuh waktu untuk mengejar ketertinggalan akibat penyakitnya.

Di saat usianya menginjak 18 tahun, Kaitlyn memutuskan untuk menandai perjuangannya sembuh dari KLS dengan tato bergambar Sleeping Beauty. Di bulan Maret tahun 2013, Kaitlyn mengalami sindrom terakhirnya. Lalu di tahun 2014, dia memberanikan diri mendaftarkan ke salah satu universitas.

“Aku memiliki KLS selama kurang lebih empat tahun. Sebenarnya aku berharap untuk bisa mengalahkannya lebih cepat. Tapi KLS telah mengubah hidupku dan membuat aku menjadi lebih kuat. Setelah semua yang terjadi, aku ingin menjadi yang terbaik dan meneruskan mimpi menjadi dokter. Aku juga berusaha mengelola stres yang lebih baik, berolahraga lebih banyak, dan memiliki kelompok persahabatan yang mendukung,” pungkas Kaitlyn.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini