Pukau Mata Fashion People, Closing JFW 2018 Tampilkan Koleksi Berbahan Daur Ulang Sampai Gaya 60-an

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 28 Oktober 2017 01:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 28 194 1803973 pukau-mata-fashion-people-closing-jfw-2018-tampilkan-koleksi-berbahan-daur-ulang-sampai-gaya-60-an-m78Ph0yPtK.jpeg Penutupan Jakarta Fashion Week 2018 (Foto: Sukardi/Okezone)

AJANG Jakarta Fashion Week 2018 selesai Jumat malam (27/10/2017). 5 designer tutup event fashion yang cukup tersohor tersebut dengan pukau mata fashion people.

5 designer itu antara lain Toton, Rani Hatta, Peggy Hartanto, Major Minor, dan ditutup dengan Hian Tjen.

Jika dilihat dari koleksi yang ditampilkan, Toton yang membuka Dewi Fashion Knights menampilkan koleksi busana berbahan daur ulang. Meskipun tema DFK adalah "Modernism", tapi Toton punya pemikiran sendiri mengenai makna tema tersebut.

"Menurut saya, memanfaatkan bahan yang ada dan mampu mendaur ulangnya dengan menciptakan karya yang baru adalah bentuk kreativitas yang modern," terang Toton saat press confrence DFK di JFW 2018, Jumat 27 Oktober 2017.

Dilihat secara detail, koleksi Toton banyak didominasi oleh busana asimetris. Bahkan, dengan tegas Toton mengungkapkan bahwa di koleksi terbarunya ini dia menggunakan sedikit bahan baru dan lebih memanfaatkan bahan lama yang masih bisa diolah.

Kemudian, untuk koleksi Rani Hatta, aksen jahitan besar yang ada di bagian lengan pun keluar lagi. Warna yang ditampilkan pun masih bertahan di monokrom. Beberapa koleksinya didominasi oleh busana oversized dan cenderung bermain di outer dan jacket.

Untuk koleksi Peggy Hartanto, designer ini lebih condong menunjukan siluet feminin. Koleksi asimetris yang ditampilkan Peggy tapinya masih dalam cuttingan yang halus.

Kalau Anda melihat koleksi Peggy terkesan kurang rapi, ternyata Peggy sengaja menunjukan beberapa koleksi yang terkesan unfinished. Jadi, beberapa koleksinya masih ada yang beberapa juntai benangnya keluar. Bentuk statement baru yang unik!

Sementara itu, untuk koleksi Major Minor, koleksi yang ditampilkan di closing JFW 2018 adalah siluet feminin yang banyak menggunakan fringe besar. Untuk warnanya, Major Minor bermain di warna putih dan gelap, seperti biru tua, hijau tua, dan hitam.

Dan sebagai "gong", koleksi Hian Tjen bernuansa 60-an. Saat presentasi di runway, mulai dari rambut sampai alas kaki, semuanya bernuansa classic.

Detail busana yang menggunakan aksen warna emas dan fringe berbahan linen memberi kesan classy pada semua koleksi Hian Tjen. Namun, kesan modern juga tetap terlihat di beberapa koleksinya. Terlihat dari adanya aksen top dan pants yang terkesan seksi.

Untuk koleksi penutupnya, Hian Tjen coba menampilkan busana dress panjang dengan fringe berbahan sintesis yang berkesan berat. Namun, back-less yang ditambahkan di long dress itu menjadi statement epic yang mempercantik busana tersebut.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini