nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

FASHION HERITAGE: Selain Ulos, Sarung dan Selendang Buatan Tangan Orang Batak Bisa Jadi Oleh-Oleh saat Berkunjung ke Danau Toba

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 28 Oktober 2017 12:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 28 194 1804144 fashion-heritage-selain-ulos-sarung-dan-selendang-buatan-tangan-orang-batak-bisa-jadi-oleh-oleh-saat-berkunjung-ke-danau-toba-Jm2Ky84hyZ.jpg Sarung khas Batak (Foto: Dewi/Okezone)

DI bawah kolong Rumah Balai, terlihat aktivitas kaum ibu di Desa Meat, Balige, sibuk membuat sarung tenun khas Toba. Kain ini tak kalah menarik dengan ulos dengan masing-masing ciri khasnya.

Rupanya, tradisi membuat sarung Toba itu sudah mendarah daging di keluarga warga Toba dari nenek moyangnya. Kebiasaan ini nampaknya dilestarikan hingga kini yang membuat wisatawan tertarik.

Proses pembuatan tenuh tak jauh berbeda dengan ulos. Hanya saja, ukuran sarung lebih pendek dan dipadukan dengan selendang.

 BACA JUGA:

Renti Boro Simanjuntak salah satu perempuan yang tinggal di Desa Meat, Balige, sedang menekuni pembuatan sarung dua tahun belakangan. Sebelumnya, dia juga membuat ulos, tapi saat ini beralih.

 

"Saya buat satu sarung dan selendang. Tidak jauh berbeda dengan ulos, tapi prosesnya sama satu minggu dikerjakan dengan tangan," ujarnya kepada Okezone, Sabtu (28/10/2017).

Renti membeberkan proses pembuatan sarung yang membutuhkan waktu yang tak sedikut. Prosesnya awalnya yaitu gulung benang, lalu diberikan kanji dan shampoo untuk mengeraskan kain. Kemudian gulungan benang tersebut dijemur hingga kering.

Setelah itu, gulungan benang baru siap dibentuk menjadi sarung. Prosesnya benar-benar manual dengan tangan-tangan yang sudah ahli membuat item fesyen ini sejak lama.

"Tapi ada bedanya bikin ulos dan sarung ini. Kalau sarung harus ada motifnya yang bikin rumit," katanya dengan logat Batak.

Untuk sepasang sarung dan selendang, motif yang dibuat juga harus kreatif. Kaum ibu di desa itupun punya kesenangan dalam membentuk motif sarung. Biasanya motif yang dipakai yaitu sikut, gorga, tumtuman dan sebagainya.

 

Untuk membuat motif yang cantik, mereka tetap menyusun benang yang berbeda-beda warnanya. Kalau ulos cukup menggunakan tiga warna benang, sementara sarung dan selendang ini bisa empat hingga lima motif benang yang dipakai.

Penggunaan benang tersebut identik dengan warna-warna terang, seperti tosca, kuning, fuscia, hijau, maroon, dan masih banyak lagi. Kalau sarung dan selendangnya sudah jadi, sekali lirik pasti Anda ingin membelinya.

Tentunya saat Anda mampir ke Desa Meat, boleh membawa oleh-oleh dua item fesyen itu. Harganya dibanderol mulai dari Rp500 ribu-Rp600 ribu.

Harga ini lebih murah dibandingkan membeli di galeri oleh-oleh, yang harganya lebih mahal. Selain itu, Anda juga tidak tahu langkah pembuatannya yang rumit. Tertarik?

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini