nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kiat Sandiaga Uno Menuju Kesehatan Respirasi Masyarakat Jakarta yang Lebih Baik

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Minggu 29 Oktober 2017 15:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 29 481 1804576 kiat-sandiaga-uno-menuju-kesehatan-respirasi-masyarakat-jakarta-yang-lebih-baik-ESAJkq1Oc7.jpg Hidup Sehat Sandiaga Uno (Foto: Okezone)

KAUM urban yang tinggal di kota-kota besar Indonesia, seperti Jakarta, berpotensi terpapar polusi. Buruknya kualitas udara harus diwaspadai lantaran bisa berdampak pada kesehatan tubuh sehingga berisiko pada kematian. 

Tak dapat dipungkiri, udara perkotaan bisa dibilang jauh dari kata bersih. Emisi gas buang kendaraan bermotor sebagai salah satu sumber polusi udara terbesar yang berpotensi membahayakan kesehatan karena bisa memicu munculnya berbagai penyakit kronis.

Data WHO 2016 sendiri menyebutkan bahwa Jakarta dan Bandung dalam 10 kota dengan pencemaran udara terburuk di Asia Tenggara. Alhasil, banyak dari kaum urban, terutama mereka yang memiliki mobilitas tinggi, sangat mudah terkena sakit kepala dan iritasi pada saluran pernapasan. Yang lebih mencemaskan adalah dampak jangka panjang yang ditimbulkan.

Terpapar polusi udara secara terus-menerus akan menyebabkan penyakit kronis. Mulai dari kanker paru, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), jantung, stroke, hingga kematian dini.

Bahkan, data yang diperoleh RSUP Persahabatan Jakarta, bahwa selama 5 tahun belakangan banyak kunjungan dari masyarakat Jakarta, utamanya menengah ke bawah, yang mengalami penyakit pada bagian paru-paru. Inilah yang menyebabkan respirasi menjadi salah satu masalah di ibukota Jakarta.

Atas masalah tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melakukan langkah agar respirasi masyarakat Jakarta menjadi lebih baik. Seperti apakah?

"Dimulai dari gaya hidup sehat. Kalau tidak dimulai dari gaya hidup sehat, akan menjadi sebuah effort kolosal biaya kesehatan yang tak tertangguhkan," ujar Sandiaga Uno dalam Pertemuan Ilmiah Respirologi (PIR) Jakarta di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (29/10/2017).

Selain menjalankan gaya hidup sehat, Sandiaga juga memikirkan langkah kebijakan lain yang bisa memberikan dampak bagi kesehatan. Misalnya, dengan terobosan berupa penggunaan motor listrik.

"Beberapa hari yang lalu saya mencoba motor listrik di wilayah Balai Kota, itu cukup di-gas saja. Saya pikir terobosan ini tak ada salahnya bila dijadikan kebijakan yang bisa memberi dampak bagi kesehatan," ujar Sandiaga.

"Penyakit TBC sejak 2015 membuat Indonesia mendapat peringkat ketiga di dunia. Saya banyak mendengar masukan dari Pak Kepala Dinas Kesehatan," lanjutnya.

Tak lupa, pria berkacamata ini juga menyebutkan langkah lain untuk menjadikan respirasi masyarakat Jakarta menjadi lebih baik. Yakni melalui terobosan Ok OCare.

"Terobosan Ok OCare turun di 2700 Rukun Warga (RW) untuk melakukan deteksi dini promotif dan preventif," tambah Sandiaga.

"Penyakit kanker untuk laki-laki yang banyak dialami adalah kanker prostat, namun yang tinggi jumlahnya adalah kanker paru. Pada wanita, kanker payudara merupakan jenis kanker yang kerap dialami, tapi tetap yang jumlahnya tinggi adalah kanker paru. Jadi, mulai hari ini kita coba langkah-langlah tersebut agar targetnya tercapai," tutupnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini