nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Hawaii Berikan Denda Rp1,3 Juta untuk Wisatawan yang Menyeberang Jalan Sambil Main Ponsel

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 30 Oktober 2017 18:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 30 406 1805224 pemerintah-hawaii-berikan-denda-rp1-3-juta-untuk-wisatawan-yang-menyeberang-jalan-sambil-main-ponsel-hUk2X6FQDt.jpg Denda saat nyebrang (Foto: Express)

DI jaman sekarang, semakin banyak orang yang tidak bisa lepas dari gadget atau smartphone-nya. Ketergantungan itu bahkan bisa membuat mereka tidak memerhatikan keadaan sekitar. Contohnya adalah berjalan sambil bermain ponsel. Tentu hal ini bisa membahayakan karena bisa saja terjatuh ke dalam lubang atau tertabrak kendaraan yang melintas.

Menyadari hal ini, pemerintah Honolulu, Hawaii menerapkan aturan melarang penggunaan ponsel saat menyeberang jalan. Bila ada seorang warga maupun wisatawan yang tertangkap menggunakan ponsel, maka ia akan dikenai denda sebesar $ 25 atau setara dengan Rp 473 ribu. Bahkan, jika orang yang sama melanggar kembali dapat dikenai denda $ 99 atau setara dengan Rp 1,3 juta.

Walikota Honolulu, Kirk Caldwell menyatakan aturan ini diadakan karena para pengguna ponsel kini mengabaikan akal sehat dan lebih memilih memfokuskan perhatian pada ponsel saat menyeberang jalan. “Terkadang saya berharap ada undang-undang yang harus dibuat untuk memenangkan akal sehat. Dengan adanya aturan ini, sekarang tidak ada pejalan kaki yang menyeberang jalan dengan menggunakan ponselnya,” tutur Kirk seperti yang dikutip dari Express, Senin (30/10/2017).

Dari peraturan yang diterapkan ini, pejalan kaki diharapkan hanya menggunakan ponsel di jalur yang memang sudah disediakan khusus. Selain itu, aturan ini merupakan langkah pemerintah Honolulu untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas akibat kurangnya perhatian dijalan. Seperti yang diketahui, kemajuan teknologi membuat para wisatawan terkadang menggunakan aplikasi penunjuk arah untuk mencari tempat wisata atau restoran yang ingin mereka kunjungi. Hal ini membuat mereka hanya terpaku pada layar ponsel agar mendapatkan penunjuk arah yang benar tapi tidak waspada terhadap keselamatannya.

Peraturan mengenai penggunaan ponsel bukanlah hal yang baru. Sebelumnya pemerintah sebuah kota di Belanda memasang lampu trotoar yang bercahaya merah dan hijau. Jika ada orang yang menggunakan ponsel untuk menyeberang, maka garis berwarna merah akan menyala. Diharapkan dengan melihat garis, orang tersebut akan berhenti dan meletakkan ponsel lalu melanjutkan perjalanannya.

Angka penggunaan ponsel smartphone terus meningkat. Data terakhir dari penelitian di Inggris, rata-rata orang menggunakan ponselnya 43 jam selama seminggu. Sedangkan pada waktu libur penggunaan naik hingga 6,2 jam per hari. Kebanyakan orang mengaku menggunakan ponselnya untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan teman-teman di rumah. Sedangkan ada juga yang mengatakan ponsel digunakan untuk mengedit foto dan memeriksa akun media sosial.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini