Share

Tulang Rentan Diserang Sel Kanker, Ini Trik Mengetahui Gejalanya

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Senin 30 Oktober 2017 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 30 481 1804809 tulang-rentan-diserang-sel-kanker-ini-trik-mengetahui-gejalanya-byXNzbC5pZ.jpg Kanker Tulang (Foto: Ist)

KANKER payudara masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada wanita. Ya, kanker payudara merupakan jenis penyakit yang paling banyak diderita wanita di Indonesia bahkan dunia.

Salah satu istilah yang kerap terdengar saat berbicara tentang kanker adalah metastasis. Metastasis merupakan penyebaran sel kanker dari organ asalnya, dalam hal ini payudara, ke tempat lain. Ketika sel-sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya, kualitas hidup penderita semakin buruk dan kanker akan semakin sulit untuk ditangani, bahkan dapat menjadi tidak dapat ditangani lagi sehingga menyebabkan kematian.

Pada stadium lanjut, kanker payudara bisa menyebar ke organ tubuh lain, seperti tulang, hati, dan paru. Sekira 70-80 persen pasien kanker payudara stadium lanjut memiliki penyebaran ke tulang.

"Menurut data dari Amerika Serikat bahwa 50 persen sel kanker di luar tulang berpotensi menyebar ke tulang. Pada pemeriksaan post martem terdapat 85 persen orang-orang yang meninggal akibat kanker di luar tulang, hasilnya sudah tersebar ke tulang," Prof. dr. Errol Hutagaling, Sp.B, SpMBO (K), dalam Seminar Nasional bertajuk 'Kesehatan Tulang Bagi Penyintas Kanker Payudara', di Ballroom Millenial Hotel Sirih, Jakarta Pusat, kemarin.

Sel kanker yang menyebar ke tulang di satu sisi dapat menyebabkan terbentuknya tulang baru yang rapuh. Namun, di sisi lain, sel kanker juga menyebabkan terjadinya pengeroposan tulang.

Lantas, seperti apa gejala atau tanda bahwa kanker payudara telah menyebar ke tulang Anda? Dituturkan oleh dr Walta Gautama, Sp. N(K) Onk, bahwa metastasis pada tulang bisa terlihat pada gejala sebagai berikut. Di antaranya adalah nyeri yang progresif dan berat, pembengkakan, dan tulang menjadi lebih mudah retak dan patah.

"Nyeri tulang mungkin merupakan gejala awal dari kanker payudara yang telah menyebar ke tulang Anda. Tulang bisa menjadi lemah dan mudah patah. Kanker yang tumbuh di tulang belakang dapat menyebabkan kompresi sumsum tulang belakang sehingga dapat mengganggu fungsi usus dan kandung kemih. Pada kasus yang berat, tumor di daerah tertentu tulang belakang dapat menyebabkan kelumpuhan," ujar dr Walta dalam acara yang sama.

Bagi penderita kanker payudara dan nyeri tulang, dokter biasanya menganjurkan tes pencitraan, termasuk X-ray atau scan tulang (scintigraphy). Tes pencitraan lain yang mungkin dianjurkan adalah magnetic resonance imaging (MRI), computerized cosmography (CT), atau positron emission tomography (PET). Tes ini akan membantu diagnosis maupun pengangkatan tumor.

Kendati demikian, yang perlu diketahui bahwa proses metastasi tulang pada kanker payudara tak bisa dicegah. Sebagian terapi untuk kanker payudara memiliki efek samping dalam mengurangi kepadatan tulang.

"Tapi, memperbaiki kepadatan tulang tidak dapat mencegah penyebaran kanker ke tulang,"tambah dr Walta.

Banyak perawatan kanker payudara primer yang dapat digunakan untuk mengobati metastasis ke tulang. Perawatan tersebut bertujuan untuk menghentikan penyebaran tumor dan mengecilkan atau mengangkat tumor yang ada. Pengobatan yang diberikan tergantung pada jenis kanker payudara ketika kondisi kanker telah menyebar ke tulang.

Jika Anda mengidap jenis kanker payudara yang membutuhkan terapi hormonal, penderita mungkin akan disarankan untuk tetap melanjutkannya. Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik yang dapat secara efektif membunuh sel-sel kanker payudara di seluruh tubuh. Pengobatan ini dapat diberikan secara intravena atau dalam bentuk pil. Terapi radiasi adalah terapi yang secara khusus menargetkan sel-sel kanker payudara. Terapi ini dapat mengecilkan tumor, memperkuat tulang, dan mengurangi rasa nyeri.

Selain itu, dokter mungkin akan meresepkan beberapa obat penguat tulang. Beberapa obat diberikan secara intravena, dan sisanya diminum langsung. Batangan logam juga dapat ditanam melalui operasi untuk mendukung tulang yang lemah. Selain batangan logam, tulang juga dapat distabilkan dengan pelat logam, sekrup, atau semen.

Berbagai jenis pengobatan biasanya dikombinasikan untuk hasil yang terbaik. Rencana perawatan akan disesuaikan dengan respon tubuh terhadap perawatan tersebut.

Selain mengobati kanker payudara, dokter dapat meresepkan obat untuk membantu mengontrol rasa sakit, ketidaknyamanan, dan mengurangi rasa letih. Terapi fisik dapat menguatkan tulang, mengurangi rasa sakit, dan membantu Anda bergerak lebih efisien. Menggunakan tongkat jalan atau walker dapat mengurangi tekanan pada tulang yang lemah.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini