Diduga Air Tercemar, Ratusan Warga Tepian Sungai Kapuas Terserang Penyakit Kulit

Dina Prihatini, Jurnalis · Senin 30 Oktober 2017 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 30 481 1805081 diduga-air-tercemar-ratusan-warga-tepian-sungai-kapuas-terserang-penyakit-kulit-zSaho7i6j6.jpg Ilustrasi (Foto: Boldsky)

RATUSAN warga yang tinggal di pinggiran Sungai Kapuas, yaitu di Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan mengeluhkan penyakit gatal-gatal yang mereka alami sejak beberapa waktu lalu.

Diduga akibat air tercemar, warga sekitar Sungai Kapuas mengaku terserang gatal-gatal dan korengan sekian lama.

(Baca juga: GAWAT! Tanpa Sadar 6 Kebiasaan Ini Bisa Merusak Ginjal)

Erna Tresnawati (28) salah satu warga mengatakan, awalnya ia merasakan gatal seperti ada gigitan nyamuk, kemudian muncul bintil dan menyebar. Meski sudah mengalami gatal ia terpaksa tetap mandi di sungai karena memang tidak ada air leding di rumahnya.

"Mau tidak mau tetap mandi ke sungai, kan tidak ada leding, kalau tidak pun air sungai disedot ke WC. Banyak yang kena, adik saya di rumah itu yang SMA kelas 3, sampai malu mau sekolah bintilnya besar," ungkapnya kepada Okezone, Minggu 29 Oktober 2017.

(Baca juga: VIRAL! Anjing Ini Saja Punya Hobi Berpelukan, Masa Kamu Enggak?)

Di tempat yang sama, Ketua RT 03/RW 04 Syarif Muhammad (54) mengatakan hal seperti ini baru kali pertama dialami warga sekitar. "Sebelumnya warga di sini baik-baik saja, tidak pernah gatal-gatal. Semenjak adanya proyek waterfront itu, tapi ini mungkin ya," jelasnya.

Staf Ahli Ketua DPD RI Harry A Daya mengatakan kepada Okezone ia langsung turun ke lokasi karena ada laporan dari perwakilan warga ke DPD RI, bahwa banyak sekali warga sekitar Sungai Kapuas yang terjangkit penyakit kulit gatal-gatal di seluruh tubuh mereka.

"Bahkan tidak sedikit menjadi luka dan korengan di sekujur tubuh bahkan hingga kebagian kemaluan. Dan ternyata laporan itu benar dan sangat memprihatinkan," katanya.

Menurut Harry, pemerintah harus segera menurunkan tim untuk menanggulangi wabah penyakit gatal yang diyakini dialami oleh warga sepanjang Sungai Kapuas akibat tercemarnya Sungai Kapuas.

"Pemerintah selain membentuk tim medis untuk mengobati warga yang terjangkit penyakit kulit ini juga harus menyediakan saluran air bersih darurat dan penyambungan air ledeng bersubsidi bagi warga yang tidak mampu. Dan meneliti dari mana sumber penyakit tersebut. Bisa saja air sungai tercemar akibat mercuri, limbah pabrik terdekat atau lainnya. Perlu tindakan cepat dan tegas," tambah mantan anggota dewan ini.

(Baca juga: Ikan Kuah Kuning Bikinan Menteri Yohana Rasanya Juara!)

Lurah Benua Melayu Laut (BML) Lestari mengaku, belum mendapat laporan terkait persoalan ini. Ia mengatakan akan segera menghubungi pihak RW maupun RT setempat untuk mendapatkan keterangan. "Kalau bunyinya sampai ratusan warga, yang mandi dengan menggunakan tangga (di sungai) tidak sampai ratusan," terangnya.

(Baca juga: Tulang Rentan Diserang Sel Kanker, Ini Trik Mengetahui Gejalanya)

Menurutnya jika memang warga yang mengalami gatal-gatal ini diakibatkan air Sungai Kapuas, maka pihaknya akan membantu pemeriksaan ke Puskesmas. Lalu dipastikan penyebabnya apakah memang karena air atau alergi makanan.

"Secepatnya akan saya laporkan ke Dinas Lingkungan Hidup dan diperiksa air kapuasnya. Jika memang membahayakan, nantinya tangga mandi akan dibongkar, jadi warga tidak bisa mandi di tepi sungai lagi," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini