Mau Mahir Berbahasa Asing? Kata Penelitian Coba Minum Alkohol

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 31 Oktober 2017 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 31 298 1805849 mau-mahir-berbahasa-asing-kata-penelitian-coba-minum-alkohol-j9bI9Lrzjb.jpg Ilustrasu (Foto: Foodbeast)

DI era globalisasi seperti saat ini, bahasa asing merupakan salah satu hal terpenting yang harus dipelajari setiap orang. Tujuannya tentu saja agar mereka dapat mengimbangi perkembangan zaman dan tidak tergerus oleh arus globalisasi yang semakin deras.

Berbicara soal bahasa, masyarakat internasional telah lama menetapkan Bahasa Inggris sebagai bahasa universal. Ini disebabkan karena Bahasa Inggris merupakan bagian dari bahasa tertua di dunia, dan telah digunakan oleh penduduk di daratan Britania sekitar abad ke 8 masehi.

Bahasa Inggris bahkan menjadi bahasa ibu bagi sejumlah negara-negara maju di dunia, sebut saja Amerika Serikat, Inggris Raya, Australia, Selandia Baru, dan masih banyak lagi. Mau tidak mau, kita juga harus mempelajari bahasa tersebut.

Namun permasalahannya, mempelajari bahasa asing bukanlah perkara mudah. Apalagi jika tidak dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi jangan khawatir, para ilmuwan berhasil menemukan sebuah fakta baru bahwa minuman beralkohol dapat membantu seseorang dalam menguasah bahasa asing.

Sekilas mungkin terdengar tidak masuk akal. Namun, fakta tersebut telah tercantum dalam bukti ilmiah yang dipublikasikan di Journal of Psychopharmacology, beberapa waktu lalu. Para peneliti telah melakukan uji coba dengan mengamati sekitar 50 orang penutur asli bahasa Jerman yang baru saja lulus ujian bahasa Belanda. Sebelum ujian dilangsungkan, sebagian dari mereka diberikan minuman beralkohol dengan dosis rendah, dan sisanya tidak sama sekali.

Mereka kemudian berbicara dalam bahasa Belanda selama 2 menit dalam sebuah sesi wawancara. Kegiatan ini dipantau langsung oleh 2 penutur asli bahasa Belanda. Mereka yang berbahasa Jerman diminta untuk menilai kemampuan bahasa Belanda mereka sendiri, lalu mereka juga mendapat penilaian dari penutur asli bahasa Belanda.

Secara keseluruhan, mereka yang berbahasa Jerman merasa tidak ada perbedaan berarti saat mengucapkan bahasa asing ketika minum alkohol atau tidak. Namun, para pengamat berbahasa Belanda menilai bahwa mereka yang mengonsumsi alkohol dengan dosis rendah, kemampuan bahasanya terdengar lebih baik. Khususnya ketika mengucapkan prononsiasi bahasa Belanda.

Tidak diketahui apakah efek alkohol itu bersifat biologis atau psikologis. Para peneliti sendiri tidak memasukkan minuman non-alcoholic placebo dalam penelitian tersebut. Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguatkan fakta ilmiah ini. Demikian dilansir dari Food Beast, Selasa (31/10/2017).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini