Gokil! Desa di Borobudur Ini Beri Jaminan Kesehatan Warganya, Ongkos RS Dibayar

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 01 November 2017 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 01 481 1806281 gokil-desa-di-borobudur-ini-beri-jaminan-kesehatan-warganya-ongkos-rs-dibayar-hZboaRdySQ.jpg

MAGELANG - Desa Karanganyar, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menerapkan jaminan kesehatan desa bagi warganya yang belum mendapatkan kartu Indonesia Sehat maupun Jamkesmas/Jamkesda.

Kepala Desa Karanganyar, Catur Windarmoko, mengatakan mulai November 2017 Desa Karanganyar menerapkan jaminan kesehatan desa untuk membantu warga yang selama ini belum mendapatkan jaminan kesehatan dari pemerintah.

Ia mengatakan untuk menjalankan program tersebut, pihaknya melakukan kerja sama dengan Puskesmas Borobudur dan RSUD Muntilan Kabupaten Magelang. "Kami sudah koordinasi dengan RSUD Muntilan dan sanggup untuk kerja sama," katanya.

Ia menuturkan dana jaminan kesehatan desa untuk bulan November dan Desember 2017 dianggarkan Rp15 juta yang diambilkan dari Anggaran Dana Desa (ADD). "Anggarannya memang relatif kecil, namun sudah kami perhitungkan dan mudah-mudahan cukup hingga akhir tahun ini," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan pengalaman selama ini, setiap bulan di Desa Karanganyar kadang ada satu orang yang sakit dan kadang tidak ada. Ia menyampaikan untuk program yang sama tahun depan, anggarannya akan ditambah karena jangka waktunya lebih panjang selama satu tahun.

Ia menjelaskan jaminan kesehatan desa ini tidak sama persis seperti Jamkesmas atau Jamkesda, ada batasan-batasan tertentu, misalnya kalau rawat inap biaya yang ditanggung sampai tujuh hari di kelas 3 RSUD Muntilan. Kalau di ICU ditanggung sepertiga dan kalau melakukan operasi ditanggung 50 persen.

"Kami tidak memaksa warga untuk menggunakan jaminan kesehatan tersebut, tetapi kalau mau menggunakan silakan dengan fasilitas seperti itu," katanya.

Ia menyebutkan dari 2.000 an warga Karanganyar yang mendapatkan jaminan kesehatan baru sekira 900 warga sehingga ada 1.100 an warga yang belum mendapatkan jaminan kesehatan. Sebanyak 900 warga tersebut ada yang BPJS mandiri, Jamkesmas dan Jamkesda.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini