Share

SEXUAL HEALTH: Amankah Menggunakan Pelembap Bila Kulit di Sekitar Miss V Terasa Kering?

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 02 November 2017 01:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 01 481 1806750 sexual-health-amankah-menggunakan-pelembap-bila-kulit-di-sekitar-miss-v-terasa-kering-uXlg32uRfn.jpg Ilustrasi (Foto: V-Gurl)

KEBANYAKAN perempuan memilih untuk menggunakan pelembap guna mengatasi kulitnya yang kering. Entah di lengan, kaki, dan wajah. Namun, bagaimana jika kulit yang kering berada di sekitar Miss V ?

Mungkin Anda pernah mengalami saat-saat di mana kulit vagina terasa kering, bersisik, dan gatal. Biasanya kulit kering terjadi pada perubahan suhu cuaca menjadi lebih rendah. Bila Anda berpikir untuk mengenakan pelembap di area itu, sebaiknya jangan dilakukan sama sekali. Alasannya adalah kulit di sekitaran vulva berbeda dengan kulit di bagian lain.

Kulit sekitar vulva sangat sensitif dan mudah mengalami iritasi jika terkena produk adiktif buatan seperti sabun, pembersih tubuh, dan pelembab. Untuk membuat kulit sekitar vulva lembab, Anda cukup menggunakan sabun yang kandungannya bisa diterima kulit. Lalu pastikan kulit sudah betul-betul kering sebelum mengenakan celana dalam.

Kulit yang mengering juga erat kaitannya dengan asupan air yang diterima tubuh. Bila Anda mengalami dehidrasi, besar kemungkinan hal itu dapat memengaruhi kondisi kulit. Sebab kulit kering rentan terjadi saat tubuh mengalami dehidrasi.Tubuh yang tehidrasi dengan benar dapat membuat kulit tetap lembab. Minumlah banyak air putih serta perbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kandungan airnya tinggi.

Bila cara itu belum berhasil, ginekolog Sherry Ross, MD menyarankan agar Anda mandi dengan air hangat. "Tambahkan sedikit minyak kelapa ke dalam air. Kemudian berendam selama 20 menit. Lakukan hal ini 3-4 kali setiap minggu hingga kulit terasa melembab," ujar Sherry seperti yang dikutip dari Health, Kamis (2/11/2017).

Namun apabila yang kering adalah area dalam vagina, itu terjadi karena kurang pelumasan saat berhubungan seks. "Hal itu dapat terjadi karena fluktuasi hormon. Sebagai contoh, pada perempuan yang sedang menyusui atau ada dalam fase menopause, kekeringan vagina mungkin saja terjadi. Bisa juga karena sindrom ovarium polikistik (PCOS). Pergilah ke dokter untuk mengonsultasikan perawatan apa yang terbaik jika mendapati vagina kering," tutur ginekolog lainnya, Donnica Moore, MD.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini