Mengenal Generasi "Milenial Akar Rumput", Anak Muda yang Mengutamakan Sikap Kebersamaan

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Kamis 02 November 2017 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 02 196 1807249 mengenal-generasi-milenial-akar-rumput-anak-muda-yang-mengutamakan-sikap-kebersamaan-mez7TQJyOa.jpg

ANDA mungkin sering mendengar istilah kaum milenial. Tapi bagaimana dengan kaum milenial akar rumput?

Kaum milenial akar rumput merujuk pada generasi milenial secara lebih spesifik. Istilah ini berasal dari istilah milenial dan akar rumput.

Istilah "milenial" sendiri merujuk pada kelompok usia 15-34 tahun saat ini yang lekat dengan gawai dan internet. Sementara "akar rumput" merujuk pada seseorang yang berpenghasilan rumah tangga di bawah Rp5 juta per bulan. Jadi dapat dikatakan bahwa kaum milenial akar rumput adalah generasi milenial yang memiliki pendapatan di bawah Rp5 juta per bulan.

BACA JUGA:

Jelmaan Superhero, Hijaber Ini Selamatkan Pria Terbakar dengan Baju Abaya

7 Proses Singkat Bikin Teh dengan Metode Cold Brew, Rasanya Lebih Mantap!

Orangtua Sibuk, Bocah SD Sewa Wanita Lain untuk Jadi Orangtuanya

Jadi Milenial Mom, Barbie Ternyata Juga Melahirkan Loh! Yuk Intip Prosesnya


Sehingga jika Anda adalah kaum milenial yang memiliki penghasilan per bulan lebih dari Rp5 juta, maka Anda tak masuk dalam kategori milenial akar rumput.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), keseluruhan populasi berusia 15-34 tahun di Indonesia mencapai lebih dari 85 juta jiwa. Angka ini menunjukkan lebih dari 32,6% dari total 261,9% penduduk Indonesia adalah kaum milenial.

Berdasarkan data lain dari Boston Consultant Group, masyarakat Indonesia masih didominasi kelas berpenghasilan di bawah Rp5 juta per bulan. Pada 2012, jumlah penduduk berpenghasilan di bawah Rp5 juta mencapai 128 juta jiwa. Angka ini diproyeksikan akan meningkat melebihi 90% dari keseluruhan penduduk pada 2020.

Lalu apa prioritas milenial akar rumput dalam dunia sosial? Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Studi Yogrt 2017, ditemukan 10 prioritas dalam kehidupan sosial milenial akar rumput Indonesia. Studi ini melibatkan 5000 pengguna aplikasi Yogrt sebagai responden. 

Studi ini memuat temuan bahwa kebersamaan menjadi nilai utama yang dijunjung milenial akar rumput Indonesia secara psikologi. Berbeda dengan yang kerap dikaitkan dengan anak muda, yaitu pencapaian diri yang justru berada di urutan ke-9.

"Yang menarik ternyata kebersamaan atau kekeluargaan ada di peringkat pertama. Penelitian yang sama dilakukan di Amerika, nomor satu pencapaian individu dan kekuasaan. Di kita (Indonesia) ternyata kebalikannya. Pertama kebersamaan, terakhir pencapaian atau prestasi," tutur Sosiolog bidang jejaring sosial, Roby Muhamad Ph. D, dalam pemaparan Studi Yogrt 2017 di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (2/10/2017).

Roby melanjutkan, hal itu bukan berarti kaum milenial akar rumput Indonesia tak suka mencapai prestasi atau tidak mampu mencapainya. Tetapi mereka menganggap kebersamaan dengan teman-teman lebih penting daripada meraih prestasi secara individu.

"Orang ingin bersama dengan orang lain, dianggap keluarga, dan lain-lain," lanjut dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini. 

Di bawah kebersamaan dan kekeluargaan, ada kesejahteraan yang menjadi prioritas kaum milenial akar rumput Indonesia. Kemudian ada kemandirian, stabilitas, tradisi, keseragaman, hedonisme, stimulasi, prestasi atau pencapaian, dan kekuasaan.   

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini