Jangan Abaikan Nyeri Kanker, Dampaknya Bisa Ganggu Kualitas Hidup Pasien

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 02 November 2017 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 02 481 1807142 jangan-abaikan-nyeri-kanker-dampaknya-bisa-ganggu-kualitas-hidup-pasien-ezMek1r5Ya.jpg Ilustrasi (Foto: Breasthealthandhealing)

NYERI kanker adalah nyeri yang kompleks menyertai penyakit kanker. Nyeri tersebut disebabkan oleh kanker, terapi kanker, atau hal lainnya yang berhubungan dengan kanker.

Selain itu, nyeri akibat luka kanker juga tidak boleh anggap sepele karena memerlukan perhatian khusus. Pasalnya, selain nyeri, luka kanker juga menimbulkan aroma yang cukup mengganggu.

(Baca Juga: Orangtua Sibuk, Bocah SD Sewa Wanita Lain untuk Jadi Orangtuanya)

Seperti yang dikutip dari keterangan pers yang diterima Okezone, Kamis (2/11/2017), prevalensi nyeri kanker pada pasien yang baru terkena kanker diperikirakan sebesar 25%, pada pasien yang sedang menjalani pengobatan kanker sebanyak 35%, dan pada stadium akhir nyeri pun dialami oleh 75% penderita.

(Baca Juga: Jadi Milenial Mom, Barbie Ternyata Juga Melahirkan Loh! Yuk Intip Prosesnya)

Hal tersebut sejalan dengan keterangan yang dikatakan oleh dr. Asrul Harsal, SpPD-KHOM, dalam penjelasannya di acara Simposium dan Workshop Mewujudkan Indonesia Bebas Nyeri Kanker 2020, di auditorium Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta. Ia menuturkan sebanyak 1 dari 3 pasien kanker merasakan nyeri, sementara pada pasien yang sudah sampai pada stadium lanjut ada sebanyak 2 dari 3 pasien yang merasakan nyeri.

"Nyeri kanker merupakan gangguan yangg sangat dirasakan oleh pasien pengidap kanker. Sayangnya, Kalau sudah kanker nyeri ini justru dianggap biasa," ucapnya Kamis (2/11/2017).

(Baca juga: Bukan Santet atau Diguna-guna, Dokter Keluarkan 600 Paku dari dalam Perut Pria Ini)

Lebih lanjut, Asrul juga mangatakan nyeri kanker tersebut jelas sangat mengganggu kualitas hidup pasien. Bahkan, akibat dari nyeri yang dialaminya bisa membuat pasien meregang nyawa dalam keadaan kesakitan dan tidak tenang.

(Baca Juga: Jelmaan Superhero, Hijaber Ini Selamatkan Pria Terbakar dengan Baju Abaya)

Padahal, nyeri akibat kanker bisa diredakan dan bisa membuat pasien lebih tenang menjalani pengobatan. Asrul juga mengungkapkan dengan mengonsumsi obat-obat tertentu, nyeri kanker bisa diatasi dan diredakan.

"Sebanyak 90% kasus nyeri kanker bisa diatasi. Hanya sebagian kecil saja yang memerlukan pengobatan lain, seperti fisioterapi misalnya," ucapnya.

Contoh lain bisa ditemukan pada pasien metatulang yang membutuhkan radioterapi untuk mengurangi atau menghilangkan nyerinya. Jadi, tidak semua pasien yang mengalami nyeri bisa disembuhkan dengan obat.

Seriusnya nyeri kanker ini berdampak buruk pada akibat yang dirasakan pasien. Akibat dari nyeri, pasien akan merasakan sulitnya tidur, sulit beribadah, dan sulit berkomunikasi.

"Nyeri harus diatasi dengan segera. Namun untuk mengobati nyeri, biayanya tidak murah dan sistem tidak mendukung dengan baik," ucap Asrul.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini