nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bikin Ngeri, di Madagaskar Ada Tradisi Berdansa dengan Tulang Mayat

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 03 November 2017 08:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 03 406 1807647 bikin-ngeri-di-madagaskar-ada-tradisi-berdansa-dengan-tulang-mayat-FUMNzaSmKu.jpg Tradisi Dansa dengan Mayat (Foto: Ist)

ORANG yang sudah meninggal jelas tidak bisa bangkit lagi. Tidak hanya itu, orang yang tidak bernyawa juga bisa dipastikan tidak mampu lagi berbuat apa-apa, seperti menari.

Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku di Madagaskar. Pasalnya, masyarakat setempat bisa menari bersama orang-orang yang telah meninggal dan tidak bernyawa. Dalam sebuah festival, masyarakat bersama-sama bergerak dengan jenazah yang telah meninggal.

Festival kematian Famadihana menjadi salah satu kesempatan bagi masyarakat untuk menari bersama jasad kerabat. Namun, untuk bisa bertemu dan menari bersama kerabat atau keluarga yang telah tiada bernyawa lagi, masyarakat harus menunggu setidaknya tujuh tahun atau lebih.

Seperti yang tertulis di dalam laman Oddity Central, Jumat (3/11/2017), saat festival Famadihana, masyarakat akan membuka kenangan bersama kerabat dan keluarga yang telah meninggal tersebut, dan membawa jasadnya keluar dari pemakaman, untuk diganti kain pembungkusnya. Daerah di Madagaskar yang masih mempraktikkan festival tradisi ini ialah suku Malagasi di daerah Hauts Plateaux.

Dalam Famadihana, masyarakat akan berdansa, menari bersama dengan jenazah-jenazah dengan sangat gembira. Musik live dimainkan, hewan dikorbankan dan dagingnya dibagikan ke semua tamu dan anggota keluarga.

Festival bersenang-senang dengan jenazah ini dilakukan sebagai cara para orangtua menjelaskan kepada anak-anak mereka tentang pentingnya orang yang telah tidak bernyawa tersebut. Bagi masyarakat suku Malagasi, Famahadina dipandang sebagai hari untuk menunjukkan rasa cinta anggota keluarga pada kerabat yang telah meninggal dunia.

Selain itu, suku Malagasi juga mempercayai manusia tidaklah terbuat dari tanah, tapi berasal dari tubuh nenek moyang. Oleh karena itu, mereka amat memegang teguh penghormatan terhadap nenek moyang. Mereka juga percaya, orang yang telah meninggal dunia tidak meninggalkan orang-orang yang masih hidup secara permanen, namun mereka juga dapat berkomunikasi dengan orang yang hidup.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini