TERUNGKAP! Ini Alasan Kenapa Diet Biasanya Cuma Dilakukan 2 Pekan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 03 November 2017 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 03 481 1807744 terungkap-ini-alasan-kenapa-diet-biasanya-cuma-dilakukan-2-pekan-1KPeZddb7s.jpg Diet cuma boleh dilakukan dua pekan (Foto:Alivebynature)

SEDANG menjalani diet tertentu? Misalnya diet ketogenic, intermittent fasting, flexible dieting, food combining, atau atkin diet?

Kalau iya, berapa durasi yang dianjurkan ahli gizi Anda dalam melakukan diet tersebut? Terucap angka 2 pekan? Ya, kebanyakan jenis diet dilakukan hanya dalam 2 pekan. Ini pada golongan diet yang sampai mengubah pola makan Anda secara "ekstrim", ya.

BACA JUGA:

Telat Sarapan? Konsumsi Camilan Sehat Ini sebagai Gantinya

Tapi, tahukah Anda kenapa akhirnya ahli gizi hanya menyarankan Anda melakukan diet tersebut selama 2 pekan?

Dijawab Ahli Gizi Widya Fadila, durasi tersebut merupakan batas aman tubuh manusia menjalani perubahan drastis. Maksudnya, pada kebanyakan jenis diet tersebut, tubuh Anda dipaksa untuk tidak mendapatkan cukup karbohidrat atau protein yang mana itu biasanya dikonsumsi setiap hari.

Pun juga gula dan garam. Tapi, kalau untuk yang satu ini, pengurangan dalam durasi yang panjang tidak menimbulkan efek samping yang berarti. Berbeda dengan jenis diet lainnya yang mana jika dilakukan dalam 2 pekan akan menimbulkan dampak kesehatan yang buruk.

Dijelaskan Widya, efek samping dari kurangnya bahkan hilangnya karbohidrat di tubuh adalah terlambat berpikir, tidak bergairah, ataupun susah berkonsentrasi. Tentunya membuat tubuh mudah lemas dan tidak bertenaga.

BACA JUGA:

TERUNGKAP! Ditemukan Ruangan Kosong di Piramida Agung Khufu

“Efek samping tersebut tentunya sangat merugikan manusia. Makanya, durasi 2 minggu dianggap paling aman untuk melakukan penurunan berat badan secara cepat tersebut,’’ paparnya pada Okezone di ICE BSD, kemarin.

Widya melanjutkan, diharapkan setiap pelaku diet tidak langsung “bobol” dalam menjaga asupan dan kondisi tubuh yang sudah dibentuk dengan susah payah. Makanya, penentuan makanan yang baik pun minuman penting dilakukan. Sebab, ketika tubuh sudah terbiasa dengan sesuatu yang baru, maka ketika dikembalikan ke kondisi awal, perubahan yang dilakukan bisa dikatakan kurang mendapatkan hasilnya.

Sementara itu, ketika Anda sudah melakukan diet keto selama 2 pekan penuh dan bisa dikatakan berhasil, untuk bisa pindah ke jenis siet lainnya, sambung Widya, itu tergantung dari tubuh Anda kembali. “Tapi, kalau bagi saya pribadi, usahakan untuk menjaga asupan makanan dulu baru kemudian kembali menjalani diet. Ya, setidaknya sebulan setelah program diet sebelumnya selesai,’’ pungkasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini