nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Stop Bullying! 3 Aspek Ini Harus Jadi Perhatian Penting

Devi Setya Lestari, Jurnalis · Sabtu 04 November 2017 20:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 04 196 1808538 stop-bullying-3-aspek-ini-harus-jadi-perhatian-penting-VHuf9tvRi7.jpg

PERLAKUAN tidak menyenangkan biasa disebut dengan istilah bullying. Biasanya kondisi ini banyak terjadi di dunia pendidikan seperti sekolah dan sering dialami anak usia sekolah juga.

Sebenarnya aspek apa saja yang erat kaitannya dengan bullying dan sesiapa saja yang berpotensi menjadi korban maupun pelaku hal negatif ini?

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan adanya peningkatan kasus bullying di kalangan pelajar Indonesia. Grafiknya semakin hari semakin meningkat terutama jika dilihat dari pelakunya.

Berdasarkan data KPAI, sejak 2011 hingga 2016 KPAI telah menemukan 253 kasus yang terdiri dari 122 anak menjadi korban sementara 131 anak lainnya bertindak sebagai pelaku. Sayangnya data ini bukan jumlah konkret karena dikhawatirkan banyak kasus serupa yang tidak dilaporkan.

Ditemui dalam acara Let's Speak Up! yang digelar Yupi di Jakarta, Yashinta Indrianti, M.Psi, psikolog dari EduPsycho Research Institute mengatakan ada banyak hal yang memicu terjadinya kondisi bullying. Tapi dari banyaknya hal ini, Yashinta mengerucutkan pada 3 aspek yang paling penting dan memicu timbulnya kegiatan bullying.

Usia

Usia remaja adalah waktu dimana anak mencari jati diri. Pada masa ini anak-anak mengalami perkembangan yang membuat dirinya secara naluri ingin tampil mencolok apalagi dalam hal kompetisi.

Adanya dorongan dari dalam diri yang mengatakan harus tampil mencolok agar mendapat perhatian, penghormatan sekaligus pengakuan dari rekan sebayanya membuat anak bersikap dominan. Belum lagi perubahan secara fisik dan emosional yang juga menyumbang pengaruh besar.

Keluarga

Pola asuh yang diterapkan orangtua terhadap anak sangat mempengaruhi proses tumbuh kembang anak. Jika pola asuh yang diterapkan lebih condong ke arah diktator maka anak bisa tidak nyaman mengkomunikasikan berbagai hal kepada orangtuanya. Ketika anak tidak merasa nyaman di tengah keluarga maka anak otomatis akan mencari kenyamanan di luar rumah, misalnya lebih percaya kepada temannya.

(Baca Juga: Kangen Masa Kecil, Kaesang Upload Foto Bersama Gibran & Kahiyang saat Masih Unyu-Unyu)

Lingkungan

Faktor lingkungan termasuk yang paling berperan penting. Anak yang hidup dan tumbuh di lingkungan yang negatif sudah jelas pasti akan menjadi pribadi yang tidak baik juga. Saat lingkungan seolah membiarkan tindakan bullying maka dalam pola pikir anak akan tertanam hal ini adalah sesuatu yang biasa saja.

(Baca Juga: Indonesia Memang Unik, 3 Daerah Ini Jadi Tempat yang Dikenal sebagai Pusatnya Ilmu Hitam)

Kebanyakan korban bullying adalah sosok pribadi yang "menerima" dirinya diperlakukan tidak baik dengan alasan takut mengungkapkan ataupun merasa dirinya tidak memiliki kekuatan untuk melawan bahkan mengungkapkan.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini