Gunakan Air Siraman dari 7 Mata Air Berbeda, Kahiyang Ayu Usai Lakukan Prosesi Siraman

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Selasa 07 November 2017 09:50 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 07 194 1809696 gunakan-air-siraman-dari-7-mata-air-berbeda-kahiyang-ayu-usai-lakukan-prosesi-siraman-unskFNOyVo.jpg Pemasangan Bleketepe Jokowi (Foto: Bramantyo/Okezone)

JELANG pernikahan putri Presiden RI Joko Widodo, Kahiyang Ayu, dan Bobby Nasution, sejumlah prosesi adat mulai dilakukan pada hari ini, Selasa (7/11/2017). Siraman pengantin menjadi salah satu prosesi adat Jawa yang dijalani oleh calon pengantin.

Siraman sendiri merupakan upacara adat ritual warisan nenek moyang yang mengandung banyak falsafah di dalamnya. Dalam tiap prosesi siraman memberi makna agar para calon pengantin membersihkan diri dan hati sehingga semakin mantap untuk melangsungkan pernikahan keesokan harinya.

Menurut keterangan yang didapat, prosesi siraman yang dilakukan calon mempelai wanita, Kahiyang Ayu, telah usai dilaksanakan di kediaman Jokowi, Sumber, Banjar Sari, Solo, Jawa Tengah. Air siraman berasal dari 7 mata air dari tujuh lokasi yang berbeda. Yakni di antaranya dari Keraton Solo, Masjid Agung Solo, Masjid Mangkunegaran, Masjid Laweyan, rumah pribadi Jokowi di Sumber-Solo, Istana Negara dan Istana Bogor.

Pada acara siraman Kahiyang Ayu, bukan hanya Jokowi dan istri yang mengguyurkan air ke sekujur tubuh Kahiyang, yang telah mengenakan pakaian khusus selama siraman. Sejumlah sesepuh keluarga, tokoh adat masyarakat terpilih, hingga tamu yang diundang khusus juga akan ikut menyiramkan air ke tubuh Kahiyang sebagai simbol memberikan doa.

โ€œKenapa jumlah mata airnya 7? Itu sebenarnya kesanggupan dan keinginan dari orangtua. Bisa saja menggunakan sumber mata air dari pulau-pulau tertentu,โ€ ujar Gusti Kanjeng Ratu Wandansari, yang diwawancarai oleh reporter INews, di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Selasa (7/11/2017).

Sebagai bagian dari rangkaian siraman ini adalah menanam potongan rambut kedua calon mempelai yang telah dipersatukan. Potongan rambut tersebut akan ditanam di pekarangan kediaman orangtua calon mempelai perempuan.

Prosesi siraman juga dilanjutkan melakukan pecah kendi, yang berarti pecah pamor, di mana calon pengantin sudah siap untuk menikah. Berikutnya, Jokowi dan Iriana akan menjual dawet. Menjual dawet dimaknai sebagai kebulatan kehendak orangtua dalam menjodohkan anaknya.

Dawet akan dibayar dengan kreweng, yaitu pecahan kendi yang memiliki makna bahwa manusia berasal dari bumi. Selain Kahiyang, keluarga Bobby juga menggelar siraman di tempat yang terpisah, tepatnya di Hotel Alila.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini