nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UNCOVER INDONESIA: Indahnya Pulau Kemaro dengan Pagoda 9 Lantai dan Mitos Pohon Cinta

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 09 November 2017 09:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 08 406 1810810 uncover-indonesia-indahnya-pulau-kemaro-dengan-pagoda-9-lantai-dan-mitos-pohon-cinta-8CRYh5hTQS.jpg

PALEMBANG – Jika Anda berlibur ke Kota Palembang, Sumatera Selatan sepertinya ada yang kurang bila tidak berkujung ke Pulau Kemaro. Sebab pulau Kemaro salah satu destinasi wisata andalan yang dimiliki Palembang.

Banyak wisatawan yang berkunjung ke sana, baik lokal maupun asing. Wisatawan berlibur ke pulau Kemaro selain lantaran kisah cinta saudagar kaya dari Thionghoa, Tan Bun An dengan putri kerajaan Pelembang, Siti Fatimah, yang berakhir tragis, juga lantaran tempatnya yang indah.

Dimana wisatawan bisa menikmati indahnya pagoda yang menjulang tinggi karena terdapat sembilan lantai. Di sekitar pagoda juga terdapat sebuah pohon yang dinamai “pohon cinta” oleh masyarakat sekitar.

Konon jika ada pasangan kekasih yang menuliskan namanya di pohon cinta ini, diyakini hubungan mereka akan berlanjut hingga ke jenjang pernikahan. Tak jarang wisatawan yang berkunjung ke pulau Kemaro menuliskan namanya di pohon cinta itu.

Disamping pagoda dan pohon cinta yang menjadi magnet pulau Kemaro, juga ada klenteng Hok Tjing Rio atau lebih dikenal Klenteng Kuan Im yang dibangun sejak tahun 1962. Di depan klenteng terdapat makam Tan Bun An dan Siti Fatimah.

“Pulau Kemaro sangat indah, makanya banyak wisatawan yang tertarik datang ke sini. Lokasi yang teduh karena banyak pepohonan dan ada bangunan pagoda yang tinggi, menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan untuk kesini. Belum lagi kisah cinta Tan Bun An dan putri Siti Fatimah yang berakhir tragis,” terang salah satu wisatawan, Amal Insani.

(Baca Juga: Relawan Melahirkan Jelang Pernikahan Kahiyang, Bayinya Diberi Nama Jokowi)

Untuk bisa sampai ke pulau Kemaro tidaklah sulit. Wisatawan bisa naik perahu di dermaga yang ada sekitar jembatan Ampera. Jarak yang ditempuh dari dermaga ke pulau Kemaro tidak terlalu lama yakni sekira 30 menit.

Legenda Pulau Kemaro

Ada legenda seorang putri raja bernama Siti Fatimah yang disunting saudagar Thionghoa bernama Tan Bun An pada zaman kerajaan Palembang. Siti Fatimah diajak ke daratan Thiongkok untuk melihat orangtua Tan Bun An, setelah di sana beberapa waktu Tan Bun An bersama istrinya pamit pulang ke Palembang dan dihadiahi 7 guci.

Sesampai di perairan Musi dekat Pulau Kemaro Tan Bun An mau melihat hadiah yang diberikan, begitu dibuka Tan Bun An kaget karena isinya sawi-sawi asin. Tanpa banyak berpikir langsung dibuangnya ke sungai, tapi guci yang terakhir terjatuh dan pecah diatas dek perahu layar. Ternyata ada hadiah yang tersimpan di dalamnya.

(Baca Juga: Filosofi di Balik Paes Solo Putri yang Dipilih Kahiyang Ayu untuk Akad Nikah)

Tan Bun An tidak banyak berfikir, ia langsung melombat ke sungai untuk mencari guci-guci tadi, seorang pengawal juga ikut terjun untuk membantu. Melihat kedua orang tersebut tidak muncul, Siti Fatimah pun ikut lompat untuk menolong. Ternyata ketiga-tiganya tidak muncul lagi.

Penduduk sekitar pulau sering mendatangi pulau Kemaro untuk mengenang tiga orang tersebut, dan tempat itu dianggap tempat yang sangat keramat. Legenda ini seperti yang tertulis pada sebuah batu di samping Klenteng Hok Tjing Rio.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini