nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gawat! Hobi Ngemil Tengah Malam Tingkatkan Risiko Diabetes dan Penyakit Jantung

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Kamis 09 November 2017 21:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 09 481 1811326 gawat-hobi-ngemil-tengah-tingkatkan-risiko-diabetes-dan-penyakit-jantung-mnN3pw14vR.jpg Ilustrasi (Foto: Zeenews)

ANDA termasuk orang yang suka ngemil tengah malam? Jika iya, maka harus lebih mewaspadai akan dampaknya.

Berdasarkan sebuah penelitian, orang yang suka menyantap camilan di tengah malam semakin meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit jantung dan diabetes. Karena, kebiasaan ngemil di tengah malam dapat mengganggu fungsi jam biologis tubuh.

Kata periset, ngemil tengah malam menghasilkan kadar lemak darah tinggi dan masalah jantung. Hal ini karena tubuh tidak sinkron dengan siklus 24 jam.

"Faktanya kita tidak dapat mengabaikan jam biologis untuk bertahan hidup. Kita dapat memutuskan tidur di siang hari saat lelah atau 'melarikan diri' dari bahaya di malam hari," kata Ruud Buijs, Profesor di University of Mexico di Meksiko yang dikutip Zeenews, Kamis (9/11/2017).

"Namun, melakukan ini (ngemil tengah malam) sering, saat kerja shift, jet lag, atau begadang larut malam, akan membahayakan kesehatan kita dalam jangka panjang, teruta,a saat makan di waktunya harus tidur," tambahnya.

Dalam penelitian ini, para peneliti mempelajari tikus dalam sebuah percobaan. Mereka diberi makan pada awal fase istirahat (siang) dan awal fase aktif (malam). Hasilnya menunjukkan, setelah memberi makan tikus pada awal masa istirahat, tingkat lemak darah meningkat lebih drastis daripada saat diberi makan pada awal fase aktifnya.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Experimental Physiology mengungkapkan, tidak ada perubahan tingkat lemak darah saat para peneliti menyingkirkan bagian otak tikus yang mengendalikan siklus 24 jam. Terbukti bahwa kehadiran lemak darah di tingkat tinggi tidak hanya memengaruhi tingkat metabolisme, namun juga kemungkinan berbagai penyakit jantung dan diabetes.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini