nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Shannon, Wanita Asal Inggris yang Keguguran 5 Kali Selama 6 Tahun

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 09 November 2017 19:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 09 481 1811455 cerita-shannon-wanita-asal-inggris-yang-keguguran-5-kali-selama-6-tahun-b9qtKKhUFX.jpg Shannon (Foto: Dailymail)

PEREMPUAN mana yang hatinya tak hancur jika mengalami keguguran. Terlebih jika ia sangat mengharapkan kehamilan. Maka tak heran apabila ada seorang perempuan yang pernah mengalami keguguran akan lebih protektif pada kehamilan berikutnya.

Namun rencana Tuhan tidak ada yang tahu. Seorang perempuan asal Inggris harus mengalami pahitnya keguguran sebanyak lima kali. Shannon Reed, nama perempuan itu, harus beberapa kali menelan keinginannya untuk menjadi seorang ibu. Padahal dia sudah mengharapkan hal itu 6 tahun lamanya.

BACA JUGA:

Ngunduh Mantu Kahiyang-Bobby Dimeriahkan Potong Kerbau saat Prosesi Adat Mandailing

Mengenal Basahan Keprabon, Pakaian Adat Solo yang Dipakai Kahiyang-Bobby saat Resepsi Malam

Shannon sempat melakukan tes di tahun 2015 ketika harus mengalami keguguran di kehamilan keempatnya. "Saya tahu ada yang tidak beres sebab usia kehamilan saya tidak pernah lewat dari enam minggu. Setelah menjalani tes, saya tahu bahwa saya mengalami sticky blood syndrome atau sindrom darah lengket. Tapi dokter mengatakan itu biasa terjadi dan sindrom tersebut hanyalah salah satu dari penyebab keguguran," tutur Shannon seperti yang dikutip dari Daily Mail, Kamis (9/11/2017).

Sindrom darah lengket adalah suatu kondisi di mana terjadinya penggumpalan darah di tali pusar. Hal ini menyebabkan peningkatan risiko keguguran. Shannon sempat merasa putus asa dengan kondisi yang dialaminya. Tapi kemudian dia merasa bahagia karena di kehamilannya yang kelima usia kandungannya lebih dari enam minggu.

"Saat saya mengetahui kehamilan di bulan Mei lalu, saya pikir inilah waktunya untuk memiliki seorang anak. Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan betapa bahagianya saya. Awalnya saya merasa gugup, tapi setelah usia kehamilan lebih dari enam minggu, mulai timbul sebuah pengharapan," tambah Shannon.

Di bulan Juli, saat usia kehamilannya menginjak 12 minggu, dia merasa sangat amat bahagia karena bisa melihat wujud bayinya untuk pertama kali. Shannon terus mengajak bayinya berbicara siang dan malam setiap hari. Sayangnya kebahagiaan itu tidak berlangsung lama.

Di bulan yang sama, Shannon kembali mengalami keguguran karena pendarahan berat hingga harus dirawat di rumah sakit. "Seluruh dunia hancur berantakan dan rasanya tidak ada yang bisa menghibur. Saya merasa sendiri dan tersesat," ujar Shannon. Bahkan ia sampai harus berhenti kerja dan berpisah dengan pasangannya.

BACA JUGA:

Sedang Hamil Jangan Makan Sembarangan, Hindari 6 Makanan Ini!

Awas, Ini Dampak Bekerja saat Perut Kosong!

Beruntung saat di rumah sakit Shannon mendapatkan bantuan dari acara amal 4Louis. Meskipun dia tetap menginginkan bayinya, tapi sepucuk surat dari seorang ibu berhasil membuatnya merasa nyaman.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini