Image

OKEZONE WEEK-END: Pelesir ke Yogyakarta, Jelajahi Museum Jendral Soeharto yang Penuh Kenangan

Devi Setya Lestari, Jurnalis · Minggu 12 November 2017, 12:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 10 406 1812117 okezone-week-end-pelesir-ke-yogyakarta-jelajahi-museum-jendral-soeharto-yang-penuh-kenangan-1VpGMM3HVS.jpg Museum Memorial Jendral Besar Soeharto (Foto: Dok.Okezone)

NAMA Jenderal Soeharto akan tetap dikenang bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Kepemimpinannya yang cukup lama membuat Jenderal Soeharto punya andil besar dalam memajukan Indonesia. Kini meskipun beliau sudah wafat, jasanya tetap bisa dikenang, salah satunya dengan menyambangi museum yang berlokasi di Yogyakarta.

Museum memorial Jenderal Besar Soeharto ini berlokasi di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul Yogyakarta. Museum ini diresmikan pada 8 Juni yang merupakan tanggal kelahirannya. Museum ini berdiri di atas lahan seluas 3620 meter persegi. Tujuan dibangunnya museum ini jelas untuk mengenang jasa dan pengabdian beliau semasa hidupnya.

(Foto: Dubidu Adventure)

Museum ini dibangun dan diresmikan oleh H. Probosutedjo yang tak lain adalah adik kandung Soeharto dan Mbak Tutut yakni putrid pertama Soeharto. Ada beberapa bangunan di area komplek museum ini antara lain area pendopo, ruang diorama dan masjid kecil.

Saat menyambangi area museum ini, pengunjung akan disambut sebuah patung besar Jenderal Soeharto yang dibuat langsung oleh seniman Edhi Sunarso. Di sebelah patung ini terdapat batu besar yang dijadikan prasasti peresmian museum.

(@keyaybimbi/Instagram)

Semakin memasuki area museum, Anda akan dimanjakan dengan pemandangan layar multimedia yang menggambarkan perjuangan beliau semasa hidup. Ada juga buku elektronik yang menceritakan secara singkat setiap peristiwa yang ada dalam buku ini.

Gambaran perjuangan Jenderal Soeharto semakin terlihat jika memasuki area diorama yang dibuat dengan mengusung konsep perpaduan antara tradisional dan modern. Memasuki area diorama ini pengunjung akan disuguhi tampilan roll film yang isinya dokumentasi visual gerak.

Beberapa gambaran perjuangan yang ditampilkan antara lain ketika melakukan koordinasi dengan Pangsar Jenderal Sudirman ketika SO 1 Maret 1949. Selain itu ada juga diorama yang memperlihatkan ketika Jenderal Soeharto diundang FAO di Roma pada 1985 untuk menerima penghargaan keberhasilan dalam swasembada pangan.

Selain mengenang perjuangannya, di area museum ini juga terdapat sumur tempat Jenderal Soeharto menggunakan airnya untuk mandi saat masih kecil. Untuk bisa melihat semua yang jadi menu utama di museum ini pengunjung tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini