nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inilah Sosok Angkie Yudistia, Pahlawan bagi Kaum Difabel

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Minggu 12 November 2017 19:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 12 196 1812812 inilah-sosok-angkie-yudistia-pahlawan-bagi-kaum-difabel-iAecNJdEn2.jpg Angkie Yudistira (Foto: Okezone)

SEBAGIAN manusia merasa tertuntut untuk menolong orang yang mengalami hal yang sama dengannya. Inilah yang dirasakan oleh Angkie Yudistia.

Angkie adalah wanita berusia 30 tahun yang merasa tertuntut untuk membantu sesamanya. Ia adalah wanita tuna rungu dengan semangat hidup yang tak pernah padam.

Angkie mengalami keterbatasan dalam mendengar dan berbicara sejak kecil. Ia terlahir dengan normal dan mengalami masa kecil yang bahagia. Namun pada usia 10 tahun, ia mengalami demam tinggi dan mengonsumsi antibiotik. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab merosotnya pendengaran Angkie.

Sempat mengalami bullying dan semangat yang turun naik, namun Angkie bisa melewatinya dengan dukungan dari keluarga. Ia juga pernah merasa diperlakukan tidak adil oleh perusahaan tempatnya bekerja, di mana ia diberhentikan secara sepihak oleh perusahaan dengan alasan yang tak jelas.

Latar belakang inilah yang membuat Angkie bertekad mendirikan perusahaan bernama ThisAble Entreprise. Ini adalah perusahaan milik Angkie yang dimanfaatkan olehnya untuk mendukung para kaum difabel agar dapat mandiri secara finansial.

Hal ini dilakukan dengan cara memberdayakan kaum difabel untuk memproduksi barang-barang dan kemudian menjualnya. Awalnya, ia hanya memiliki 8 karyawan. Namun kini Angkie bisa mempekerjakan sekira 6.000 orang di perusahaannya.

Tak hanya mengajak kaum difabel memproduksi sesuatu dan menjualnya, Angkie juga mendorong para kaum difabel untuk menjual jasa. Ia bekerja sama dengan transportasi online dan memberi peluang untuk kaum difabel yang memiliki kemampuan memijat maupun membersihkan rumah.

Apa yang dilakukan oleh Angkie ini memberi harapan bagi kaum difabel untuk dapat hidup dan bekerja seperti orang lain pada umumnya. Mereka merasa dihargai dan mendapat kesempatan untuk berkarya dan mandiri dalam hal finansial.

Maka tak heran jika banyak yang menyebut Angkie Yudistia sebagai pahlawan bagi para kaum difabel. Meski belum bisa menjangkau seluruh kaum difabel di Indonesia, namun apa yang dilakukan Angkie bisa menular ke anak-anak muda untuk membantu kaum difabel di sekitar.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini