Image

Tidak Disangka! Musik Khas Betawi Ini Berasal dari Eropa dan Melegenda

Annisa Aprilia, Jurnalis · Senin 13 November 2017, 19:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 13 406 1813340 tidak-disangka-musik-khas-betawi-ini-berasal-dari-eropa-dan-melegenda-5HbiwMfR2w.JPG Budaya musik (Foto: Indonesia Kaya)

JAKARTA merupakan salah satu kota di Indonesia yang dijajah oleh bangsa asing. Beberapa negara yang pernah menginjak tanah Jakarta, tiga diantaranya Portugis, Belanda dan Jepang.

Ketiga negara yang pernah mengukir sejarah di Jakarta, membuat kota ini tidak bisa jauh dari pengaruh negara-negara tersebut. Pengaruh yang ditularkan oleh negara-negara yang menjajah Indonesia, membuat Jakarta memiliki budaya yang terakulturasi dengan negara-negara yang menjajahnya.

Betawi suku yang menghuni Jakarta, menjadi kelompok masyarakat yang kebudayaannya terpengaruh dari budaya-budaya bangsa asing. Salah satu benua yang pengaruhnya bisa dilihat sampai sekarang di suku Betawi ialah Eropa.

Budaya benua Eropa yang dibawa oleh bangsa Portugis membuat kesenian Betawi terpengaruh, hingga menghadirkan tanjidor. Kesenian tradisional khas Betawi yang dimainkan oleh beberapa orang pemain musik tersebut, pertama kali masuk ke Indonesia sekira abad ke 18.

Dahulu tanjidor sering dimainkan untuk mengiringi atau mengarak pengantin. Kesenian yang mendapat pengaruh kuat dari musik Eropa ini, terdiri atas beberapa alat musik, yaitu trombone, terompet, klarinet, piston, drum dan simbal.

Mengutip dari laman Indonesia Kaya, Senin (13/11/2017), nama tanjidor berasal dari bahasa Portugis, yaitu tangedor yang artinya alat-alat musik berdawai. Selain untuk mengarak atau mengiringi pengantin, tanjidor juga biasanya dimainkan ketika ada pawai-pawai keagamaan di Portugal.

Sedangkan, di Jakarta kini tanjidor sudah cukup jarang ditemui, kecuali pada pesta pernikahan atau hajatan masyarakat Betawi yang masih menggunakan adat tradisional. Padahal, di negara asalnya tanjidor masih dihadirkan untuk mengiringi pesta Santo Gregorius.

Masih seperti yang tertulis dari laman Indonesia Kaya, tanjidor biasa dimainkan oleh 7 hingga 10 orang pemain musik, yang sebagian besar berasal dari kota-kota luar Jakarta, seperti Tangerang, Bekasi, Depok, dan Indramayu. Saat tampil, orkes tanjidor biasanya memainkan lagu-lagu, seperti kramton, bananas, cente manis, kramat karem, merpati putih dan surilang.

Ketika tampil dan mengarak pengantin, para pemain tanjidor biasanya mengenakan pakaian yang seragam. Pakaian yang berupa pakaian tradisional Betawi tersebut, terdiri atas peci, sarung yang dikenakan di pundak, dan aksesoris khas tradisional Betawi lainnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini