nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Emily Gover, Gadis 5 Tahun yang Mengalami Menopause

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Senin 13 November 2017 19:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 13 481 1813349 kisah-emily-gover-gadis-5-tahun-yang-mengalami-menopause-1Czw38g46M.jpg Emily (Foto: Thesun)

UMUMNYA, wanita mengalami menopause atau berakhirnya siklus menstruasi pada usia 40 tahun ke atas. Namun apa yang terjadi jika menopause dialami gadis cilik yang berusia 5 tahun?

Ya, kondisi ini terjadi pada gadis cilik asal Australia bernama Emily Dover. Emily mengalami pertumbuhan yang lebih cepat sejak balita.

BACA JUGA:

Frustasi! "Pria Berkepala Dua" Berharap Tidur dan Tak Bangun Lagi

Mengerikan, Bayi di Pemekasan Alami Penyakit Langka, Kulitnya Menghitam dan Melepuh

Payudaranya tumbuh saat dia balita. Ia juga mengalami menstruasi sejak usia 4 tahun. Hal ini membuat orangtuanya khawatir dan memeriksakan Emily ke Unik Perawatan Akut Pediatrik di Rumah Sakit Wyong, Australia. Setelah pemeriksaan dilakukan, dokter mengatakan bahwa hormon yang dimiliki Emily sama seperti wanita hamil.

Emily didiagnosa menderita pubertas prekoks atau pubertas dini dan penyakit Addison. Ini artinya, kelenjar adrenalinnya tidak menghasilkan cukup hormon steroid.

Melihat keadaan anaknya, ibunda Emily, Tam Dover merasa frustrasi karena putrinya tidak memiliki kesempatan menikmati hidup seperti gadis kecil lainnya. Bagaimana tidak, Emily sudah harus belajar memakai celana menstruasi di usia yang sangat dini. Bahkan, ia juga harus mengalami bau badan dan jerawat akibat perubahan hormon saat menstruasi.

 

Tam Dover mengatakan bahwa anaknya lahir dengan berat normal dan kondisi sehat. Namun pada usia 4 bulan, ukuran tubuh Emily sudah seperti anak berusia satu tahun.

"DIa terus tumbuh. Pada usia empat bulan, dia mengenakan pakaian untuk bayi berusia 12 sampai 18 bulan," ujar Tam dikutip dari Thesun, Senin (13/11/2017).

Saat mengalami menstruasi pertamanya di usia 4 tahun, Tam mengatakan kepada Mirror Online bahwa Emily berpikir dia mengira telah buang air besar di celana dalamnya. Selain kondisi hormon yang tak normal, Emily juga mendapat intimidasi di tempat penitipan anak.

"Dampak itu akan terjadi ketika dia mulai sekolah tahun depan dan harus menghadapi anak yang sangat berbeda," lanjut Tam.

Emily dijadwalkan akan memulai terapi penggantian hormon yang mengharuskannya menerima suntikan setiap tiga bulan sekali. Untuk mendapatkan dana yang akan digunakan untuk membayar biaya perawatan putrinya, Tam membuat halaman GoFundMe.

Keadaan Emily memang dipengaruhi oleh penyakit Addison. Ini adalah kelainan langka kelenjar adrenal yang ada di atas ginjal. Kelenjar adrenal yang rusak membuat hormon steroid (kortisol dan aldosteron) tidak cukup.

BACA JUGA:

Sudah Olahraga tapi Diabetes Tak Kunjung Sembuh? Olahraga yang Dipilih Ternyata Salah!

Inspiratif! Punya Satu Kaki dan Tangan, Veteran Amerika Ini Berhasil Jadi Atlet Binaraga

Penyakit ini memiliki beberapa gejala, seperti kelelahan, mood rendah, dan kehilangan nafsu makan. Penyakit ini juga akan membuat bibir dan gusi berwarna gelap.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini