nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Enggak Percaya Anak SD Sudah Nonton Video Porno? Ini Buktinya!

Vessy Frizona, Jurnalis · Selasa 14 November 2017 10:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 14 196 1813638 enggak-percaya-anak-sd-sudah-nonton-video-porno-ini-buktinya-WFf5YyS1A4.jpg Nonton Film Porno (Foto: Huffingtonpost)

PORNOGRAFI adalah topik serius yang memicu kontroversi. Bagi pasangan suami-istri menonton porno dianggap lumrah karena dapat membantu keintiman pernikahan.

Namun sayangnya pornografi saat ini juga diakses oleh anak-anak. Bukan anak remaja, tetap anak kecil usia Sekolah Dasar (SD). Mereka menonton porno dengan atau tanpa sepengetahuan orangtua mereka.

Hal itu diketahui dari pengakuan seorang anak SD yang bercerita bahwa ia telah menjadi konsumen pornografi yang cukup ekstrim. Bahkan dia juga menceritakan bahwa anak-anak yang menonton porno bukan cuma dirinya tetapi juga teman-temannya.

Dalam sebuah artikel di For Every Mom, penulis menceritakan situasi di mana ia bersama teman-temannya saat kelas lima SD menonton video porno. “Selama di sekolah baik itu jam pelajaran, jam istirahat, saat di loker, atau bus sekolah, saya dan teman-teman kerap bercerita tentang pornografi dari video yang telah ditonton,” aku seorang laki-laki remaja yang identitasnya dirahasiakan, dilansir Familyshare, Selasa (14/11/2017).

Cara mereka mencari konten porno di Youtube dengan menggunakan kata kunci ‘pemerkosaan’, setelah mengetik dan meng-klik, munculah konten video porno. Mereka pun asyik menontonnya. Perlu diingat anak laki-laki itu, beberapa tahun lalu baru berusia sekitar 10-11 tahun.

Kini anak laki-laki itu sudah berusia remaja dan pikirannya cukup dewasa. Ia menyadari bahwa pornografi telah merusak otak. Ia mengimbau kepada orangtua untuk lebih dekat dengan anak-anak dan terbuka dalam membicarakan pornografi. Maksudnya menjelaskan ada dua jenis kelamin yang memiliki fungsi reproduksi masing-masing. Sehingga anak-anak tidak ‘pergi’ ke Youtube mencari tahu tentang seks, kemudian kecanduan, lalu berfantasi tentang hubungan seksual.

Terlepas dari kasus di atas, sebagai orang dewasa kita perlu tahu bahwa pornografi berbahaya dan memengaruhi otak. Sehingga orang dewasa di mana pun memiliki kesadaran tinggi untuk memantau gerak-gerik anak agar tidak mecari tahu tentang pornografi dengan caranya sendiri.

Ada alasan mengapa pornografi bikin kecanduan. Menurut Fight the New Drug, porno memicu daya pikir baru yang fantastis di otak yang sangat tahan lama. Porno menjadi musuh paling ganas yang merusak pemahaman seks dan hubungan dengan pasangan.

Pornografi itu adiktif dan akan menghancurkan kebahagiaan dan kegembiraan alamiah dalam hidup. Pornografi tidak hanya melukai penontonnya tapi pornografi juga memberikan harapan seks dan cinta yang tidak realistis.

Dua peneliti pornografi yang paling dihormati, Jennings Bryant dan Dolf Zillman dari University of Alabama, mempelajari efek pornografi dan media selama lebih dari 30 tahun. Mereka menemukan bahwa seiring berjalannya waktu, banyak konsumen video porno yang cenderung tidak menghargai monogami dan pernikahan, dan cenderung mengembangkan persepsi seksualitas yang terdistorsi.

Pornografi menggambarkan penggambaran wanita yang tidak realistis yang jelas berbahaya dalam kehidupan nyata. Skenario palsu ini menunjukkan wanita yang selalu menginginkan seks, adegan kekerasan terhadap wanita, dan adegan yang sebaliknya merendahkan perempuan. Porno bukanlah kehidupan nyata. Pornografi menjadi salah satu pemicu tingginya angka kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap orang dewasa dan anak-anak.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini