Image

Bagaimana Mengurangi Kebiasaan Mendoktrin Anak dengan Kalimat Buruk?

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 20:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 14 196 1814078 bagaimana-mengurangi-kebiasaan-mendoktrin-anak-dengan-kalimat-buruk-310c7SOIDt.jpg Ilustrasi pola asuh ibu dan anak (Foto: Google)

MENDIDIK anak untuk tumbuh kembang menjadi pribadi manusia yang memiliki sifat dan perilaku baik, memang bukan perkara mudah.

Rasanya semua orang tua akan setuju, bahwasanya mendidik anak adalah sebuah kewajiban yang tidak mudah dilakukan dalam prakteknya secara langsung.

BACA JUGA:

Perilaku anak yang terkadang tidak sesuai dengan perintah yang diberikan oleh orang tua, atau dengan kata lain saat anak tidak menurut memang ampuh membuat para orang tua menjadi pusing tujuh keliling. Sehingga tidak jarang akhirnya para orang tua tidak sadar mengeluarkan ancaman atau kalimat yang menakutkan kepada anak, seperti contohnya yang sangat familiar "Kalau nakal nanti disuntik pakai jarum suntik loh".

Padahal, sejatinya menakuti-nakuti anak bukanlah merupakan hal yang baik untuk dilakukan para orang tua. Lalu, sebenarnya bagaimana cara untuk mengurangi kebiasaan buruk ini? Apakah yang harus dilakukan oleh para orang tua?

Menurut Firesta Faizal, M.Psi., sebagai psikolog anak dari Mentari Anakku, menyebutkan bahwa untuk mengurangi kebiasaan buruk tersebut, orang tua harus melakukan apa yang dinamakan dengan pendekatan positive parenting.

"Pendekatan positive parenting itu harus dilakukan oleh para orang tua terhadap anak-anak. Orang tua harus selalu ingat, kalau menakut-nakuti anak saat anak sedang tidak menurut itu bukan jadi solusi sama sekali dalam menghadapi anak, dan ini berlaku dalam hal apapun," papar Firesta kala dijumpai Okezone di bilangan Jakarta Selatan, belum lama ini.

Firesta menambahkan, para orang tua yang kerap mengancam atau menakut-nakuti anak dengan kalimat buruk saat anak sedang tidak menurut harus mengingat bahwa hal tersebut, hanya seolah akan menjadi solusi semu yang berefek semakin besar di kemudian hari.

 BACA JUGA:

"Hanya akan jadi solusi sementara, saat itu saja namun akan jadi masalah yang lebih besar ke depannya dan efeknya akan lebih panjang. Sebagai orang tua, mustinya anak itu diberikan penjelasan mengapa ia harus melakukan itu. Sebab logika anak itu terus berkembang, jadi orang tua harus lebih paham sehingga bisa memberikan penjelasan lebih jelas lagi pada anak untuk memenuhi kebutuhan logika anak tersebut," imbuhnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini