Image

Miliki Potensi Besar, Pemerintah Semakin Ulet Promosikan Sektor Pariwisata

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 15:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 14 406 1813850 miliki-potensi-besar-pemerintah-semakin-ulet-promosikan-sektor-pariwisata-euIiEHPunC.jpg Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Foto: Okezone)

SELAIN dari sektor perdagangan ekspor, dan juga pajak, tidak bisa disangkal bahwasanya sektor pariwisata suatu negara juga sangat memberikan kontribusi besar untuk pendapatan negara.

Di samping itu, tentunya di luar dari segi ekonomi. Sektor pariwisata dari suatu negara juga berperan penting dalam pelabelan imej suatu negara. Maka dari itu, pemerintah suatu negara tidak boleh abai dalam memajukan sektor pariwisatanya.

Terus mengembangkan dan memajukan sektor pariwisata inilah, yang sedang giat dilakoni oleh pihak pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata Indonesia. Sederet kegiatan promosi, sebut saja seperti family trip, media trip, hingga pameran di luar negeri pun kerap dilakoni. Karenanya tak heran, bagaimana uletnya Indonesia untuk mempromosikan sektor pariwisatanya mendapatkan tepuk tangan dari rekan-rekan negara tetangga di Asia Tenggara, hal ini sendiri diungkapkan langsung oleh I Gede Pitana, sebagai Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata Indonesia.

"Kebetulan belum lama ini saya baru saja kembali dari London, di sana kita Indonesia mendapat banyak pujian dari kalangan teman-teman kami di Asean. Kami (Indonesia) dalam beberapa tahun ini sangat serius untuk melakukan promosi pariwisata Indonesia. Misalnya sebelum sampai untuk acara pariwisata di London kemarin itu, kita sudah promosi luar biasa pasang iklan, pasang billboard besar, sampai pasang 240 spot tv di Sky TV sebagai stasiun televisi banyak ditonton oleh anak muda," papar I Gede Pitana, yang ditemui Okezone, baru-baru ini dalam acara Sosialisasi Pemasaran Mancanegara Pada Media Nasional di Malang, Jawa Timur yang isinya kurang lebih memperkenalkan spot-spot wisata di area Lumajang, Malang. Mulai dari puncak b29 di area bromo, wisata edukasi susu kambing, hingga memperlihatkan pura yang termasuk dalam tiga pura tertua di wilayah Asia Tenggara.

Usaha giat dari pihak Kementerian Pariwisata selaku pihak pemerintah pusat, dalam upaya pengembangan pemasaran wisata di Indonesia ini tentunya tidak hanya aktif dilakukan di luar negeri, namun juga aktif dari mulai lingkup domestik.

Seperti mengangkat pamor wilayah atau daerah-daerah yang berpotensi kuat secara sektor pariwisata-nya, namun mungkin masih belum terlalu terdengar menggaung ketenarannya jika dibandingkan dengan wilayah terkenal lain seperti Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Contohnya kali ini, yang diwujudkan dalam bentuk mendorong kota Malang, khususnya wisata daerah Lumajang yang punya pesona sangat menarik, namun sayangnya masih kurang terkenal di kalangan wisatawan, baik itu wisatawan Nusantara ataupun wisatawan mancanegara.

Mengapa Lumajang, Malang? Well, tidak bisa dipungkiri bahwasanya selama ini sektor pariwisata Malang terkenal dari ketenaran gunung Bromo. Padahal nyatanya, masih banyak sekali yang bisa ditawarkan oleh Malang, khususnya Lumajang kepada para traveller baik itu domestik ataupun mancanegara. Sebut saja misalnya, puncak b29 , wisata religi, sampai wisata kuliner. Hal ini disebutkan langsung oleh Agung selaku Kasi Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Budaya Kota Malang.

"Kawasan area Bromo, Tengger, dan Semeru tentunya itu andalan kita. Selain itu ada wisata religi, yakni dengan adanya sejarah peninggalan Singosari, yaitu dengan adanya berbagai candi, candi sumber awa, jago, kidal dan candi bandu. Kemudian wisata kuliner, tidak cuma dengan adanya berbagai restoran khas jaman kolonial dengan menunya yang khas, tetapi juga sekarang makin meluas lagi dengan banyaknya hadir oleh-oleh khas artis, mulai dari Teuku Wisnu, Farah Queen hingga Anang-Ashanty," papar Agung saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

Dengan sederet upaya keras, lalu seperti apa hasilnya? Menurut penuturan I Gede Pitana, sektor pariwisata Indonesia tahun ini, tepatnya dalam periode Januari hingga September mengalami pencapaian yang gemilang.

"Pencapaian saat ini? Januari sampai September, ada data dari BPS (badan pusat statistik) mengeluarkan data sebanyak kurang lebih 10,4 juta wisatawan mancanegara bertandang ke sini, di mana ini menandakan bahwa sektor pariwisata Indoenesia mengalami kenaikan sekitar 25% dibandingkan tahun 2016 lalu. Bagi saya ini kenaikan yang optimal, walau memang target kita ada di angka sekitar 26 persen," tandas I Gede Pitana.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini