nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pekan Kesadaran Antibiotik Sedunia, Ketahui Tata Cara Konsumsi Antibiotik yang Tepat

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 14 November 2017 13:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 14 481 1813728 pekan-kesadaran-antibiotik-sedunia-ketahui-tata-cara-konsumsi-antibiotik-yang-tepat-0GKasXK9Xs.jpg Ilustrasi (Foto: Mirror)

HAMPIR sebagian orang pernah mengonsumsi antibiotik dalam resep obat yang dokter berikan. Meski tidak sedikit orang yang pernah mengonsumsi antibiotik, nyatanya tidak semua orang mengerti tata cara pengomsumsian antibiotik yang tepat.

Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri. Manfaat antibiotik yang begitu luar biasa inilah justru membuat banyak orang salah paham dalam mengonsumsinya, hingga menggunakan antibiotik secara sembarang.

Padahal, secara umum antibiotik digunakan pada penyakit yang disebabkan oleh infeksi selain bakteri, misalnya virus, jamur, atau penyakit lain yang non infeksi. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat itu bisa membahayakan tubuh, karena dapat membuat bakteri yang ada dalam tubuh jadi resisten terhadap antibiotik.

Oleh karena pentingnya edukasi yang perlu diketahui masyarakat terkait dengan bahaya penggunaan antibiotik sembarangan tersebut, perlu dilakukan upaya sistematis untuk mengatasinya di seluruh dunia. Peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat serta tenaga kesehatan tentang pentingnya pengendalian resistensi antimikroba, WHO mengajak seluruh dunia untuk mengampanyekan "World Antibiotic Awarness Week".

"Masyarakat dihimbau untuk tidak membeli antibiotik tanpa resep dokter, apoteker juga sebaiknya tidak melayani pembelian antibiotik tanpa resep dokter, " ucap Dra. Maura Linda Sitanggang, Apt., Ph.D, dalam acara temu media Kesadaran Antibiotik Sedunia, memperingati Pekan Peduli Antibiotik, di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Selasa (14/11/2017).

Pekan Peduli Antibiotik Sedunia diperingati Indonesia mulai 13 hingga 19 November 2017. Ikatan Apoteker Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI ikut mengadakan kampanye pekan peduli antiobitik ini melalui serangkaian kegiatan.

Kegiatan lebih difokuskan pada peningkatan pelayanan kefarmasian, seperti Lomba Video Konsultasi Obat tingkat nasional, workshop apoteker praktisi apotek di Jabodetabek yang dilakukan pada 14 November 2017. Selain itu, ada kegiatan pengabdian masyarakat sekaligus deklarasi apoteker tidak melayani pembelian antibiotik tanpa resep dokter. Kegiatan ini sebagai bagian dari kepedulian apoteker dalam mengatasi masalah resistensi antimikroba.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini