AWAS! Malas Gerak Bisa Memicu Emboli Paru yang Mematikan Secara Mendadak!

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 14 November 2017 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 14 481 1813820 awas-malas-gerak-bisa-memicu-emboli-paru-yang-mematikan-secara-mendadak-P9cZgX3g4f.jpg Ilustrasi (Foto: Indianaexpress)

EMBOLI paru akut salah satu penyakit fatal penyebab kematian tapi jarang diketahui orang awam. Kenali faktor dan gejalanya supaya menjadi acuan pencegahan.

Emboli paru adalah bekuan darah yang datangnya dari vena atau tungkai, yang kemudian melepaskan trombosis menjadi emboli. Hal ini dapat menghalangi pertukaran udara atau oksigen di dalam paru-paru.

Penyakit ini pada umumnya tidak memiliki gejala yang khas. Pasien biasanya hanya mengeluh sesak napas, batuk darah dan nyeri dada. Keluhan itu muncul saat terjadinya pelebaran pembuluh darah yang jarang sekali dikenali pasien.

Ketua Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia (PERKI) DR dr Ismoyo Sunu, SpJP(K), FIHA, FASCC menjelaskan, hampir setiap pasien yang mengalami pembekuan darah paru ini tidak pernah sadar. Mereka tidak tahu gejalanya dan sering sekali terlambat ditangani.

"Kalau sudah mengalami gejala seharusnya segera datang ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan darah atau CT Scan lebih lanjut," kata dr Sunu saat ditemui di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Selasa (14/11/2017).

Semua orang, tambah dr Sunu, dapat mengalami risiko emboli paru. Tapi rata-rata setiap pasien mengalami gejala yang berbeda-beda.

Yang paling dikhawatirkan yakni, apabila seseorang kurang aktivitas fisik dalam sehari, terlalu banyak duduk dan berdiri, atau orang yang melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan. Mereka orang-orang yang rentan menderita emboli paru yang bisa terjadi dalam waktu cepat.

Banyak sekali seseorang usia produktif mengalami emboli paru. Tapi sayang, mereka tidak menyadarinya, apalagi bagi mereka yang suka travelling jarak jauh.

Lebig lanjut, seseorang yang usai melakukan ooerasi di bagian bawah organ tubuh rentan menderita emboli paru. Hal ini disebabkan oleh robeknya jaringan sayatan yang bisa masuk ke sekitar jantung dan paru.

Kalau pasien tidak sadar, bisa jadi menimbulkan kematian mendadak. Pasien operasi harus hati-hati saat melakukan manipulasi terhadap bagian tubuhnya.

"Ini sering sekali pada wanita usai operasi sectio atau bedah orthopedic di bagian kaki. Jaringan bekas sayatan yang tidak menutup dengan baik masuk jantung dan menyebabkan emboli," bebernya.

Adapun pencegahannya, paling sederhana Anda bisa melakukan aktivitas fisik yang cukup dalam sehari. Meski harus melakukan aktivitas duduk atau berdiri, tetap gerakkan badan agar tidak memicu emboli paru. Kalau tidak, dampaknya bisa memicu kematian mendadak yang tidak pernah disadari oleh banyak orang.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini