Image

Ini Faktor Risiko yang Meningkatkan Seorang Perempuan Kena Diabetes Gestasional

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 16:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 14 481 1813883 ini-faktor-risiko-yang-meningkatkan-seorang-perempuan-kena-diabetes-gestasional-bQHzPYT4eg.jpg

SETIAP tanggal 14 November selalu diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia. Di Indonesia, angka kasus diabetes melitus mencapai 6,9% atau mencapai 10 juta orang. Jumlah yang cukup besar ini membuat Indonesia berada di urutan ketujuh di dunia sebagai negara penyandang diabetes tertinggi. Hal ini tentu bukan menjadi prestasi yang membanggakan.

Gaya hidup yang kini semakin dimanjakan oleh teknologi membuat angka kasus diabetes cukup tinggi. Kebiasaan negatif seperti kurangnya aktivitas fisik, kurang mengonsumsi buah dan sayur, minum alkohol, dan kelebihan berat badan dapat membuat angka kasus terus bertambah. Maka dari itu, untuk mengatasi hal ini, perlu diterapkan pola hidup sehat sejak dini.

"Orangtua terutama ibu harus bisa mengedukasi keluarganya agar hidup sehat. Hal ini tentunya sangat penting. Jika sejak kecil anak dibiasakan makan buah dan sayur, kemungkinan terkena penyakit tidak menular akan menurun. Selain itu, jangan lupa aktivitas fisik harus rutin dilakukan," tutur Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM selaku Direktur P2PTM Kementerian Kesehatan saat ditemui dalam sebuah acara Selasa (14/11/2017) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

BACA JUGA

Sudah Olahraga tapi Diabetes Tak Kunjung Sembuh? Olahraga yang Dipilih Ternyata Salah!

Inspiratif! Punya Satu Kaki dan Tangan, Veteran Amerika Ini Berhasil Jadi Atlet Binaraga

Frustasi! "Pria Berkepala Dua" Berharap Tidur dan Tak Bangun Lagi

Mengerikan, Bayi di Pemekasan Alami Penyakit Langka, Kulitnya Menghitam dan Melepuh


Asupan bergizi harus diterima anak sejak ia masih berada dalam kandungan. Itulah sebabnya seorang perempuan harus selalu mengonsumsi makanan seimbang demi tumbuh kembang janin yang sedang dikandungnya. Selain memerhatikan asupan makanannya, perempuan juga harus rutin memeriksakan kandungannya guna mencegah masalah yang bisa terjadi di kemudian hari.

Seorang perempuan hamil berisiko terkena diabetes melitus gestasional walaupun sebelumnya ia tak memiliki riwayat penyakit diabetes. Hal ini bisa disebabkan oleh perubahan hormon yang diproduksi oleh plasenta. Diabetes melitus gestasional dapat mengancam hidup ibu dan bayi selama masa kehamilan. Ibu dapat berisiko mengalami komplikasi saat melahirkan sedangkan bayi yang dilahirkan kemungkinan berukuran besar.

Menurut data dari International Diabetes Federation (IDF), lebih dari 199 juta perempuan di dunia menyandang diabetes. Terlebih di tahun 2015 sebanyak 16,2% proses kelahiran mengalami hiperglikemia dan sebagian besar disebabkan oleh diabetes melitus gestasional. Maka tak heran jika tahun ini IDF mengambil tema "Women and Diabetes – Our Right To A Healthy Future" guna meningkatkan kesadaran perempuan terhadap masalah diabetes.

Terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan seorang perempuan terkena diabetes mellitus gestasional, antara lain berusia lebih dari 25 tahun, mengalami kelebihan berat badan sebelum kehamilan, memiliki riwayat keluarga diabetes, riwayat kadar glukosa darah meningkat, melakukan aborsi berulang, pernah melahirkan bayi yang tak bernyawa, riwayat melahirkan bayi besar, dan mengalami sindrom ovarium polikistik. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik, memiliki penyakit kardiovaskular, dan hipertensi bisa juga menjadi faktor risiko.

Untuk terhindar dari kondisi ini, ada baiknya sebelum hamil perempuan melakukan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, terapkan selalu pola hidup sehat seperti mengatur pola makan dan melakukan aktivitas fisik secara rutin. Pada saat kehamilan, pantaulah selalu kadar gula darah di dalam tubuh.S

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini