Image

Anak Takut dengan Jarum Suntik? Ini Cara Menenangkannya!

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 20:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 14 481 1813995 anak-takut-dengan-jarum-suntik-ini-cara-menenangkannya-xS33adiYkH.jpg Jarum suntik (Foto: Youtube)

SEJAK ditemukan sekira tahun 1850-an, jarum suntik memang tidak bisa dipisahkan dari pola kehidupan manusia sehari-hari. Sebab, manusia dalam berkehidupan pastinya akan melakoni apa yang dinamakan dengan tindakan medis. Di mana pemberian obat melalui suntikan menjadi salah satu bagian utama dalam tindakan medis.

Meski hadir dengan banyak kegunaan, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak orang terutama anak-anak memiliki ketakutan atau semacam phobia terhadap jarum suntik. Sebab biasanya terbayang akan rasa nyeri dari logam dengan lubang di tengahnya dan tajam diujung logam tersebut. Bayangan inilah yang biasanya menjadi keluhan utama bagi anak-anak.

Namun, dalam proses tumbuh kembang anak. Para orang tua tentu tidak bisa menghindari kontak sang anak dengan jarum suntik bukan? Lalu, adakah upaya yang bisa dilakukan para orang tua kepada anak, untuk mengurangi rasa takut atau phobia anak terhadap jarum suntik? Menjawab hal ini, maka Okezone pun bertanya pada Firesta Faizal, M.Psi., sebagai psikolog anak dari Mentari Anakku.

"Anak berhubungan dengan jarum suntik itu tak bisa dihindari, contohnya anak kan diimunisasi berkala. Nah, sebagai orang tua dari segi psikis untuk mengurangi rasa takut akan jarum suntik kepada anak ini ialah yang pertama, dengan tidak memperparah keadaan. Dalam arti, berikanlah kalimat penenang atau kalimat penyemangat untum anak, misalnya "Tidak apa-apa jangan nangis, atau bisa juga semangati dengan "Ingat tidak bulan lalu kamu nangisnya lebih lama, sekarang cuma sebentar itu artinya kamu sudah lebih kuat loh," papar Firesta kala ditemui di kawasan Kuningan, Selasa (14/11/2017).

Psikolog yang lebih akrab dipanggil dengan sebuta Eta ini menambahkan, bahwa memberikan kalimat penenang atau kalimat penyemangat bagi anak yang sedang berada di dalam suatu kondisi tertentu yang biasanya ampuh membuat seorang anak menjadi takut itu penting adanya.

"Dengan begitu, ada apresiasi dan feedback positif terhadap anak. Sehingga akhirnya nanti anak bisa berfikir bahwa dia telah lebih kuat daripada yang kemarin. Jadi ketika nanti harus dihadapkan lagi pada kondisi bertemu lagi dengan jarum suntik, sang anak dan orang tuanya sendiri pun sudah jauh lebih siap," tandasnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini