Image

Metode Sunat untuk Anak-Anak Berkebutuhan Khusus Ternyata Berbeda Lho, Begini Caranya!

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 21:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 14 481 1814090 metode-sunat-untuk-anak-anak-berkebutuhan-khusus-ternyata-berbeda-lho-begini-caranya-5UIKs9lEHE.jpg

DALAM ajaran agama Islam, sudah menjadi kewajiban bagi semua laki-laki untuk melakukan proses sunat atau yang mempunyai nama ilmiah, sirkumsisi. 

Di mana biasanya, proses sirkumsisi ini dilakukan ketika laki-laki masih menginjak usia dini, belasan tahun dengan batas kurang lebih di usia maksimal usia sekolah menengah pertama. 

Namun tahukah Anda bahwa dalam prosesnya, sunat ini tidak bisa dilakukan dengan menggunakan metode atau teknik yang sama yang diberlakukan untuk semua anak. Sebab, untuk anak-anak berkebutuhan khusus, dalam melakukan sunat diketahui ada tekniknya tersendiri. Yakni teknik sedasi, lalu apakah yang dimaksud dengan teknik sedasi dalam proses sunat tersebut? Berikut penjelasan dari dr Mahdian Nur Nasution, SpBS selaku dokter ahli bedah syaraf. 

"Metode yang digunakan untuk sunat anak-anak berkebutuhan khusus, yakni yang hyperactive ataupun autisme itu ada. Biasanya pakai teknik sedasi, yakni pemberian obat tidur pada pasien dengan tujuan agar pasien merasa mengantuk lalu tertidur. Diberi anastesi topikal, yang tujuannya agar sang anak bisa tenang," papar dr Mahdian saat ditemui di bilangan Kuningan, baru-baru ini. 

Menggunakan teknik sedasi ini, menurut dr Mahdian dilakukan agar menghindari resiko terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan pada anak yang berkebutuhan tersebut saat sedang disunat. 

BACA JUGA

Sudah Olahraga tapi Diabetes Tak Kunjung Sembuh? Olahraga yang Dipilih Ternyata Salah!

Inspiratif! Punya Satu Kaki dan Tangan, Veteran Amerika Ini Berhasil Jadi Atlet Binaraga

Frustasi! "Pria Berkepala Dua" Berharap Tidur dan Tak Bangun Lagi

Mengerikan, Bayi di Pemekasan Alami Penyakit Langka, Kulitnya Menghitam dan Melepuh

"Jadi dengan di sedasi, anak kan bisa tenang. Jadi tidak perlu dipegangi banyak orang, yang bisa sampai 5 hingga 6 orang. Situasi anak yang dipegang oleh banyak orang ini kan bisa memunculkan rasa trauma pada anak, nah dengan sedasi efek trauma yang menyakitkan bisa dikurangi. Juga tentunya mengurangi resiko anak itu bisa terluka dan berdarah, karena saat dilakukannya sunat sang anak memberontak tidak bisa diam," tambahnya. 

Selain dengan digunakannya teknik sedasi,      biasanya proses sunat pada anak-anak berkebutuhan khusus ini juga tidak menggunakan metode clamp yang biasanya dipakai oleh kebanyakan anak-anak pada umumnya. 

"Anak autisme itu biasanya tidak bisa melihat ada sesuatu benda yang aneh atau janggal di tubuhnya, kalau pakai clamp dia akan merasa aneh, lalu ditarik, dicabut dan akhirnya bisa berdarah. Jadi untuk anak autis sih no clamp ya, karena yang digunakan itu metode dijahit yang lebih aman tidak bisa dicabut ditarik-tarik asal begitu saja," pungkasnya. 

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini