nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kelahiran Bayi Prematur di Indonesia Masih Tinggi, Ini 3 Faktor Penyebabnya

Devi Setya Lestari, Jurnalis · Rabu 15 November 2017 09:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 14 481 1814148 kelahiran-bayi-prematur-di-indonesia-masih-tinggi-ini-3-faktor-penyebabnya-Tf20QgAjj9.jpg

ORGANISASI kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menyebutkan Indonesia menempati urutan kelima sebagai negara dengan jumlah bayi prematur terbanyak di dunia. Di urutan pertama ada Tiongkok yang diikuti  India, Nigeria dan Pakistan. Faktanya banyak hal yang mempengaruhi lahirnya bayi prematur.

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik 2016, angka kematian bayi (AKB) mencapai 25 kematian setiap 1.000 bayi yang lahir. Hal ini tentu menjadi perhatian berbagai pihak karena AKB menjadi salah satu indikator tingkat kesehatan sebuah negara.

Ditemui di Jakarta, Selasa 14 November 2017, DR. dr. Rinawati Rohsiswatmo, SpA (K), selaku Staf Departemen Ilmi Kesehatan Anak RD Dr. Cipto Mangunkusumo, mengatakan ada banyak hal yang mempengaruhi lahirnya bayi prematur.

“Banyak faktor yang membuat bayi lahir prematur, bisa dari ibunya, bayinya atau dari keduanya yakni plasenta,” kata perempuan ramah yang akrab disapa dr. Rina ini.

Lebih lanjut dr. Rina menjelaskan dari faktor ibu bisa saja karena si ibu mengidap gangguan tertentu misalnya memiliki riwayat darah tinggi yang akan membahayakan jika tidak segera melahirkan. Tentunya ini harus dilakukan sesuai diagnosis akurat dari dokter. “Jika kehamilannya dilanjutkan maka akan membahayakan si ibu atau bayinya, maka harus segera dilahirkan secara prematur,” jelasnya.

Sementara dari faktor bayi, bisa terjadi ketika misalnya bayi kembar 4, janin di dalam kandungan terlalu sesak maka harus segera dilakukan tindakan operasi meskipun usia sebenarnya belum mature atau belum cukup. dr. Rina juga mencontohkan kondisi dimana bayi tidak tumbuh sementara air ketuban sudah semakin sedikit.

BACA JUGA

Sudah Olahraga tapi Diabetes Tak Kunjung Sembuh? Olahraga yang Dipilih Ternyata Salah!

Inspiratif! Punya Satu Kaki dan Tangan, Veteran Amerika Ini Berhasil Jadi Atlet Binaraga

Frustasi! "Pria Berkepala Dua" Berharap Tidur dan Tak Bangun Lagi

Mengerikan, Bayi di Pemekasan Alami Penyakit Langka, Kulitnya Menghitam dan Melepuh

Selanjutnya adalah faktor keduanya antara ibu dan anak yakni dari faktor plasenta. Disini bisa dicontohkan sebagai hal terjadinya kelainan antara “hubungan” ibu dengan anak. “Bisa jadi plasentanya tidak normal. Nutrisi dari ibu tidak tersampaikan ke anak, jadi anak kurang nutrisi. Hal seperti ini juga harus melahirkan secara prematur,” lanjut dr. Rina.

Bayi yang lahir prematur adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Dibutuhkan perawatan intensif untuk menangani bayi prematur, semakin kecil usia kandungan dan semakin kecil berat badan bayi maka semakin rumit juga penangannya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini