nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menakjubkan, Berpetualang bak di Pantai Pribadi di Malang Selatan

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 15 November 2017 17:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 15 406 1814580 menakjubkan-berpetualang-bak-di-pantai-pribadi-di-malang-selatan-FHIVlJzGkS.jpg Pantai Kondang Sugu di Malang (Foto:Aris/Okezone)

INGIN berpetualang sekaligus menikmati keindahan alam? Yuk kita ajak kalian ke Pantai Kondang Sugu, Pantai Rantai Wulung, dan Telaga Bidadari di Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Lokasi tersebut dapat ditempuh sekitar 2,5 jam perjalanan ke arah selatan Kota Malang.

Ketiga objek tersebut berada satu pintu masuk di Pantai Ngentup dibawah pengelolaan LMDH Wonolestari yang mengelola 550 hektar hutan. Lokasinya baru dibuka untuk wisatawan umum, sekitar setahun terakhir ini.

Mengingat lokasinya berada di hutan lindung, sekaligus tempat konservasi hewan liar lutung jawa, pengunjung harus didampingi guide saat menuju lokasi pantai.

"Itu kawasan hutan lindung jadi berbahaya kalau tersesat atau ada apa-apa makanya pengunjung dilarang masuk ke Pantai Kondang Sugu dari Pantai Selok tanpa didampingi guide. Takut kalau ada juga yang digigit lutung atau hewan liar," ujar anggota LMDH Wonolestari, Gini kepada Okezone, Selasa 14 November 2017.

Nama Kondang Sugu, telah ada sejak lama. Konon menurut cerita, di dekat Pantai Kondang Sugu dahulu tinggal sepasang suami istri. Mereka dikenal akrab dan baik hati dengan memberikan suguhan apapun kepada tamu-tamunya. Maka oleh sesepuh Desa Bandungrejo dinamakan Kondang Sugu, Sugu dalam bahasa Indonesia  memiliki arti suguhan.

Sedangkan, nama Rantai Wulung dinamakan oleh wisatawan asal Surabaya. Terdiri dari Rantai dan Wulung, rantai karena di sekitar lokasi terdapat akar - akar pohon bakau yang kuat, panjang, dan bercabang - cabang laksana rantai. Wulung dalam bahasa Indonesia berarti biru kehitam - hitaman karena tekstur ombak pantai yang memiliki warna tersebut.

"Nama Pantai Rantai Wulung dinamakan oleh wisatawan. Awalnya ya tidak memiliki nama," cerita Gini mengenai sejarah Pantai Rantai Wulung.

BACA JUGA:

Misteri Batu Bergerak di Death Valley, Ini Fakta-Faktanya!

Sementara Telaga Bidadari, yang terletak di atas bukit batu Pantai Rantai Wulung konon karena cantiknya pemandangan alamnya oleh orang dinamakan Bidadari. Sedangkan telaga, karena di lokasi ada sumber air tawar yang juga digunakan warga sebagai sumber penghidupan, atau warga sekitar mengistilahkan sebagai Sendang kehidupan.

Untuk menuju pantai 'pribadi' Kondang Sugu, Rantai Wulung, dan Telaga Bidadari, wisatawan harus berjalan kaki menelusuri hutan belantara didampingi guide dengan tarif sewa Rp100.000 per rombongan.

Dari rute terakhir di Pantai Selok, pengunjung harus bertreking dengan jalanan masuk hutan belantara sejauh kurang lebih 500 meter ke Pantai Kondang Sugu. Dilanjutkan dari Pantai Kondang Sugu menuju Pantai Rantai Wulung sejauh 1 km dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Serta terakhir, dari Pantai Rantai Wulung menuju Telaga Bidadari dengan mendaki bukit batu karang sejauh 300 meter.

Butuh stamina, perbekalan, pakaian, dan alas kaki yang nyaman digunakan menuju tiga objek tersebut. Tidak menghitung di antara empat itu, anda dipastikan cepat lelah bahkan bisa celaka juga karena medan yang berat.

Seorang pengunjung asal Pasuruan, Rahma mengungkapkan rute menuju tiga objek tersebut memang benar - benar ekstrim.

"Benar - benar ekstrim mas. Hanya memang lelahnya terbayar sempurna saat sudah injakkan kaki di ketiganya. Bagus sekali, serasa punya pantai pribadi!" tegas Rahma.

Hal senada diungkapkan wisatawan asal Malang, Dika Aminuddin yang kehabisan berkata - kata saat menginjakkan kaki di tiga objek tersebut.

"Sangat indah mas. Terutama di Pantai Rantai Wulung dan Telaga Bidadarinya. Jauh dari hiruk pikuk manusia. Sangat alami dan asri. Meski jalan menuju sana cukup berat," tutur Dika saat ditemui di Telaga Bidadari.

Sepi, sunyi, dan ombak yang tenang menjadikan wisatawan bebas melakukan aktivitas apa saja di Pantai Kondang Sugu dan Pantai Rantai Wulung. Pasir pantainya pun begitu lembut, terutamanya di Pantai Rantai Wulung.

 

Sedangkan di Telaga Bidadari, wisatawan harus waspada melihat ketinggian gelombang laut terlebih dahulu sebelum memasukinya. Jika air laut tinggi, dipastikan tak bisa di kunjungi.

BACA JUGA:

10 Potret Hal Aneh yang Ada di Hotel, Dijamin Bikin Stres!

"Makanya kalau ke Telaga Bidadari, kita lihat dulu dari atas bukit. Bila air laut tak tinggi kita bisa turun, kalau tinggi kita kembali karena sangat berbahaya, tepat di pinggir lautan lepas," jelas Dahno, seorang guide lain di Telaga Bidadari.

Dahsyatnya ombak Telaga Bidadari ini pernah merenggut nyawa 2 orang pemancing ikan, satu di antaranya jasadnya tak pernah bisa ditemukan sampai saat ini. Pihaknya, selalu mewanti - wanti pengunjung saat berfoto di pinggir batu karang yang berbatasan langsung dengan pantai.

Meski demikian, pemandangan dari Telaga Bidadari cukup indah. Pantai Rantai Wulung, Kondang Merak, bahkan Pantai Balekambang nampak dari kejauhan saat memalingkan wajah ke sisi timur. Pengunjung juga dapat menikmati sensasi semburan ombak 'air ngobros' dari celah - celah batu karang yang berlubang.

Jika kalian ingin berkunjung ke tiga tempat ini disarankan saat musim kemarau mengingat medan kering, tak licin, dan relatif mudah dilalui dibandingkan ketika musim penghujan.

Jadi selamat menikmati alam Indonesia, jangan lupa untuk membawa sampah anda kembali saat berada di alam liar dan menjaga lingkungannya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini