Menyusuri Bedah Menoreh, Akses Baru ke Borobudur dan 40 Destinasi Wisata Lain

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 15 November 2017 19:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 15 406 1814684 menyusuri-bedah-menoreh-akses-baru-ke-borobudur-dan-40-destinasi-wisata-lain-IM2B9Uhkzn.JPG

DEMI menarik perhatian wisatawan nusantara maupun mancanegara, Pemerintah Daerah Kulon Progo meluncurkan program baru yang mereka namakan "Bedah Menoreh".

Sesuai dengan namanya, Bedah Menoreh merupakan jalur baru yang membelah perbukitan Menoreh, dan menjadi salah satu akses menuju Candi Borobudur di Magelang. Jalur ini ditargetkan beroperasi pada 2022 mendatang, berbarengan dengan selesainya pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Berdasarkan pernyataan Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo, pembangunan jalur Bedah Menoreh sudah dilakukan sejak 2016. Kendati demikian, progres pembangunannya sendiri memang masih perlu dioptimalkan.

"Sudah dilakukan sejak 2016, dan baru selesai sepanjang 9 kilometer. Akses ini tidak bisa diselesaikan dalam satu tahun. Namun harapan kita bisa selesai dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) tahun 2017-2022," kata Sutedjo, dalam acara Press Tour bersama Kementerian Pariwisata RI.

Sutedjo mengatakan, jalur Bedah Menoreh ini tidak hanya warga Kulon Progo yang akan menikmati, warga yang dilintasi jalur ini juga bisa memanfaatkannya dengan membuat atraksi-atrakasi wisata di daerahnya.

(Baca Juga: Kalibiru! Paduan Sempurna Bukit Manoreh, Waduk Sermo & Ombak Pantai Selatan)

"Jalur Bedah Menoreh akan menyentuh desa-desa yang terdapat obyek wisata. Mulai dari Waduk Sermo, Kali Biru, Kedung Pedut, Goa Kiskendo, Sendratari Sugirwo Subali, Kebun Teh Tritis, Suroloyo, Sendang Sono, hingga Samigaluh," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dukuh Nglinggo Barat, Kecamatan Samigaluh Teguh Kumoro mengatakan, masyarakat sangat antusias menyambut jalur Bedah Menoreh. Ia menyebutkan bahwa jalur tersebut akan melintasi desanya, sehingga bisa meningkatkan jumlah kunjungan ke kawasan desa wisata Nglinggo.

“Warga sangat atusias, tentunya diuntungkan dengan jalur tersebut. Untuk itu kami terus membenahi serta memperbaiki sarana dan prasarana pendukung Di desa wisata Nglinggo, khususnya atraksi serta infrastruktur,” katanya.

Teguh juga menyebut, saat ini desa wisata Nglinggo terus berbenah, berbagai atraksi terus dipersiapkan bagi wisatawan. Seperti belajar tari lengger, melihat proses pembuatan teh atau pembuatan kopi, hingga merasakan sensasi offroad menggunakan jeep.

(Baca Juga: Menikmati Matahari Terbit dari Balik Menoreh di Atas Embung Banjaroya)

"Bagi wisatawan yang tinggal di homestay, mereka bisa belajar membuat teh dan kopi mulai dari cara memetik hingga proses minuman hingga dihidangkan. Yang paling menarik, mereka bisa belajar nari Lengger hingga ikut melakuan pementasan bagi yang menginap 3 malam," tukasnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini