Image

SEXUAL HEALTH: Serangan Jantung Bisa Terjadi saat Bercinta?

Ajeng Dwiri Banyu, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 22:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 15 481 1814579 sexual-health-serangan-jantung-bisa-terjadi-saat-bercinta-c78YZAHXYy.png Serangan jantung (Foto: Doylestown Health)

SERANGAN jantung merupakan satu gangguan aliran darah ke jantung yang berakibat fatal. Banyak orang yang tidak sadar bahwa kondisi ini bisa terjadi kapan dan di mana saja, termasuk saat bercinta. Apakah pernyataan tersebut sudah terbukti?

Dalam sebuah penelitian, para peneliti menganalisis lebih dari 4.500 orang mengalami serangan jantung mendadak. Kondisi ini terjadi di mana jantung tiba-tiba berhenti berdetak karena masalah aktivitas listrik jantung. Di antara kasus di atas, studi menemukan kurang dari 1 persen penangkapan jantung terjadi selama atau segera setelah aktivitas seksual.

Aktivitas seksual adalah pemicu potensial di antara populasi umum yang dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung mendadak. Temuan tersebut dipresentasikan pada 12 November di Anaheim, California dan dipublikasikan pada Journal of American College of Cardiology.

“Serangan jantung sementara secara mendadak adalah kondisi yang sangat buruk, namun kemungkinan hal tersebut dapat terjadi selama aktivitas seksual sangat rendah,” ujar Dr. Sumeet chugh, Direktur Medis Heart Rhythm Center CedarsSinai Institute di Los Angeles. "Ini adalah jaminan yang sekarang dapat diberikan kepada pasien penyakit jantung, dan akan didasarkan pada data aktual," kata Chugh kepada Live Science.

Dari hampir semua kasus, 94 persen risikonya dialami oleh pria. Tercatat perbandingannya sekira 1:100 kasus serangan jantung mendadak yang berkaitan dengan kegiatan seks. Berbeda dengan wanita yang perbandingannya 1:1000 dari kasus yang terjadi.

Orang yang mengalami serangan jantung mendadak saat berhubungan seks cenderung dialami mereka dengan rentang usia di bawah 60 tahun. Namun ada juga yang mengalami di atas 65 tahun.

Studi menemukan bahwa meskipun serangan jantung mendadak dapat terjadi saat bercinta, pasangan seks dapat memberikan bantuan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR). Mereka dapat melakukan Bystander CPR, yaitu CPR yang dilakukan oleh saksi sampai ambulans muncul. Temuan ini juga menyoroti kebutuhan masyarakat akan pentingnya CPR untuk pasien yang mengalami serangan jantung mendadak.

"Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa CPR yang dilakukan oleh para pengamat dapat meningkatkan kemungkinan bertahan hidup dari serangan jantung." lanjut Chugh. "Dengan alasan bahwa jika CPR dipelajari dan dilakukan oleh semua pasangan seksual, ada kemungkinan bagus untuk memperbaiki kelangsungan hidup."

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini