Image

NGERI! Pria dengan Mr P Melengkung Berisiko Kena Kanker Testis dan Perut!

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 23:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 15 481 1814703 ngeri-pria-dengan-mr-p-melengkung-berisiko-kena-kanker-testis-dan-perut-Exuu5B8CGt.jpg Ilustrasi (Foto: Newyorkpost)

BENTUK maupun ukuran Mr P pada pria umumnya berbeda-beda. Beberapa pria mungkin akan merasa kurang percaya diri bila mendapat ukuran Mr P-nya kecil. Sebaliknya, ada pria yang merasa bangga bila Mr P yang dimilikinya besar. Sebenarnya, hal itu bukanlah fokus utama pria. Sebab, bentuk Mr P lah yang harus mendapatkan perhatian khusus.

Sebuah penelitian baru mengungkapkan Mr P yang melengkung secara signifikan lebih berisiko terhadap kanker perut, kulit, dan testis. Kondisi Mr P yang melengkung pada saat ereksi dikenal dengan nama penyakit Peyronie atau penis fibroses. Penyakit ini cenderung terjadi pada saat pria berusia 40 tahun ke atas. Meski begitu, penyakit ini tetap dapat terjadi pada pria usia berapa pun.

Dari hasil penelitian ini yang dipresentasikan di American Society for Reproductive Medicine, terungkap sebanyak 40% pria yang terkena penyakit Peyronie berisiko lebih tinggi menderita kanker testis dan perut. Sementara itu, 29% pria dengan kondisi serupa memiliki kemungkinan lebih tinggi menderita kanker kulit.

Para ilmuwan yang meneliti hal tersebut menyarankan agar pria yang menderita Peyronie diawasi secara ketat sehingga perkembangan berbahaya dapat dideteksi sejak dini. Selain itu, diperlukan analisis genetika lebih lanjut karena seorang pria yang terkena Peyronie mungkin menurunkan gen penyakit tersebut dah memicu kanker urologis pada anaknya.

"Kami pikir hal ini penting karena seringkali kondisi penis melengkung diterima begitu saja. Meskipun sebenarnya penyakit ini berkaitan dengan siklus hidup seksual dan reproduksi pasien. Namun gangguan lainnya lah yang harus dipantau perkembangannya,” ungkap salah seorang peneliti Dr Alexander Pastuszak seperti yang dikutip dari Mirror, Rabu (15/11/2017).

Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab Peyronie. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini dan diperlukan indikator secara pasti mengenai kemungkinan terkena kanker. Bila pria mengalami hal ini, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter dan melakukan skrining. Deteksi sejak awal akan memudahkan pengobatan yang dilakukan jika diketahui ada masalah sehingga tingkat kesembuhannya cukup tinggi.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini