Image

Selain Stres, Wanita yang Pernah Alami Trauma Berisiko Obesitas!

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 20:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 15 481 1814713 selain-stres-wanita-yang-pernah-alami-trauma-berisiko-obesitas-1NqwFm2u77.jpg Ilustrasi stres (Foto: Womanatwork)

KEJADIAN traumatis dapat membuat seseorang mengalami gangguan pikiran. Hal ini tentu bisa menurunkan kualitas hidup orang tersebut. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan kejadian traumatis bisa meningkatkan risiko terjadinya obesitas dan lebih rentan terjadi pada wanita .

Peneliti dari University of California, San Francisco mengungkapkan wanita yang mengalami kejadian traumatis dalam waktu lima tahun dapat terkena obesitas. Hal ini lantaran kejadian traumatis bisa menyebabkan seseorang merasa stres. Stres itu sendiri berkaitan dengan kebiasaan pola makan. Biasanya orang yang stres cenderung makan berlebihan.

“Masih sedikit informasi mengenai hubungan kejadian traumatis dan negatif dengan obesitas. Seperti yang diketahui, wanita lebih berisiko mengalami stres akibat kejadian traumatis. Stres mempengaruhi perilaku seseorang seperti merasa sangat tertekan, makan berlebihan, serta aktivitas neuro-hormonal yang dapat meningkatkan produksi kortisol. Kortisol itulah yang berkaitan dengan kenaikan berat badan,” ujar penulis penelitian, Dr Michelle A. Albert seperti yang dikutip dari Daily Mail, Rabu (15/11/2017).

Dr Michelle bersama timnya mengamati hampir 22.000 wanita di usia pertengahan atau lebih tua. Kelompok inilah yang lebih berisiko mengalami obesitas dan kejadian traumatis. Para peneliti kemudian menganalisis data indeks massa tubuh dan stres yang dialami oleh peserta penelitian tersebut.

Dari hasil analisis ditemukan data bahwa kejadian traumatis yang menyebabkan stres terbagi menjadi dua kategori. Pertama, kejadian traumatis yang signifikan seperti kekerasan fisik atau kematian anak. Kedua kejadian hidup negatif yang terjadi dalam lima tahun terakhir seperti bullying dan masalah ekonomi. Hasilnya, hampir seperempat peserta penelitian mengalami obesitas.

Seorang wanita yang mengalami satu kali kejadian traumatis berisiko terkena obesitas sebanyak 11%. Sedangkan wanita yang mengalami empat atau lebih kejadian hidup negative berisiko 36% lebih mungkin mengalami obesitas. Menurut Dr Michelle, dari hasil penelitian ini pengobatan stres psikososial harus mempertimbangkan pendekatan terhadap manajemen berat badan.

"Hal ini penting karena wanita hidup lebih lama dan lebih berisiko terkena penyakit kronis, seperti penyakit kardiovaskular. Terlebih obesitas berdampak pada masalah kesehatan seperti peningkatan risiko serangan jantung, stroke, diabetes dan kanker,” pungkas Dr Michelle.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini