nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wisman Mulai Minati Wisata Kuliner Indonesia, Pameran Kuliner Internasional Kian Dilirik

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Kamis 16 November 2017 16:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 16 298 1815215 wisman-mulai-minati-wisata-kuliner-indonesia-pameran-kuliner-internasional-kian-dilirik-loLLTolqnM.jpg Ilustrasi (Foto: Kulinerindonesia)

BANYAK cara dilakukan oleh pemerintah Indonesia demi mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman). Sebab, tahun ini Kementerian Pariwisata harus mencapai target mendatangkan 15 juta wisman.

Selain festival-festival budaya, Kementerian Pariwisata memasukkan pameran kuliner internasional sebagai salah satu cara mendatangkan wisman. Salah satunya melalui Salon International d'Almentation (SIAL) yang merupakan event pameran internasional terbesar di dunia.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty mengatakan, kuliner masuk ke dalam kelompok besar wisata budaya. Sementara di industri kreatif, kuliner berada di urutan atas.

"Daya tariknya cukup tinggi, 60 persen. Kuliner masuk salah satu sub kreatif, menduduki peringkat pertama yang memberikan kontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto). Spendingnya termasuk besar, di samping shopping," jelas Esthy dalam konferensi pers di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (16/11/2017).

Esthy mengakui, potensi wisata kuliner Indonesia begitu besar. Wisatawan mancanegara pun mulai berwisata kuliner ketika berkunjung ke Indonesia. Karena itu, ia berharap dari pameran yang menargetkan total kunjungan 50 ribu wisatawan dengan 2.500 wisman ini dapat membantu meningkatkan kunjungan wisman ke Tanah Air.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara SIAL Interfood 2017, Daud D. Salim mengatakan, pameran yang diadakan ke-17 kalinya ini akan digelar pada 22-25 November 2017 di JIEXPO Kemayoran. Selain diikuti oleh 825 perusahaan lokal dan internasional, pameran ini juga melibatkan 500 chef.

Ada lebih dari 15 sektor produk makanan, seperti susu dan telur, daging dan unggas, ikan dan seafood, buah dan sayuran, serta produk kelontong dan buah kering. Meski berbagai produk yang dipamerkan adalah buatan dalam negeri dan luar negeri, kuliner khas Indonesia sendiri akan diunggulkan. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan kompetisi memasak dan membuat tumpeng yang merupakan makanan asli Indonesia.

"Yang (kuliner) tradisional dikompetisikan. Mendorong chef di kota sama kuliner di Indonesia menampilkan secara higienis dan menarik," jelas Daud.

Dalam pameran ini, juga akan dipamerkan berbagai produk kelontong seperti kue kering dan roti, cokelat, kopi dan teh, gelato dan es krim, makanan organik, makanan beku, serta peralatan teknologi dan layanan. President of Indonesia Pastry Alliance, Rahmat Kusnedi mengatakan, sejalan dengan pertumbuhan pastry dan bakery, perkembangan jenis makanan yang satu ini cukup pesat.

"Pastry perkembangannya cukup pesat di Indonesia. Sekitar 3 sampai 5 tahun ke depan perkembangan pastry di Indonesia bisa mencapai 100%," tandas Rahmat.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini