nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rela Dipacari Sugar Daddy yang Penting Perempuan Muda Ini Bisa Oplas Mirip Barbie

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 20 November 2017 12:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 20 194 1817048 rela-dipacari-sugar-daddy-yang-penting-perempuan-muda-ini-bisa-oplas-mirip-barbie-UDDzqj5zeG.jpg Ahola ingin seperti barbie (Foto:Dailymail)

SETIAP orang berhak atas dirinya sendiri. Seperti yang terjadi pada perempuan berusia 21 tahun ini. Amanda Ahola, asal Finland, rela “dipelihara” om-om demi bisa operasi plastik alias oplas.

Ya, tindakan tersebut memang terkesan sembrono. Tapi, sekali lagi, itu adalah keputusan yang diambil Ahola untuk bisa membuatnya secantik boneka Barbie dengan melakukan operasi plastic. Karena biaya yang terlalu mahal, dia pun rela menjual badannya dan berhasil melakukan operasi plastik dengan total pengeluaran seharga Rp302 juta.

Ahola menceritakan bahwa dirinya pertama-tama melakukan operasi plastik pada payudaranya. Untuk yang pertama, dia melakukannya dengan 460 cc. Ukuran tersebut diketahui adalah upaya yang cukup ekstrem bagi perempuan berusia 18 tahun. Kemudian, dia merasa kurang puas dan menaikan lagi kadar implant-nya menjadi 750 cc.

 BACA JUGA:

Kylie Jenner Kamuflase Kehamilannya, Fans: OMG! Kylie Mengandung Anak Kembar

Selain pembesaran payudara, Ahola juga melakukan operasi plastic untuk hidung dan bagian perutnya. Tak hanya itu, suntik botox di wajahnya oun dia lakukan agar penampilannya semakin total dan semakin mirip dengan Barbie idolanya.

Tidak berhenti di 750 cc, nyatanya Ahola kembali menambah ukuran implant payudaranya menjadi 1200 cc. “Sejujurnya saya masih mau menambahnya lagi. Saya tidak peduli pada batas maksimum tubuh, yang jelas seperti ada kesenangan ketika saya bisa memperbesar payudara ini,” ungkapnya pada Daily Mail.

"Ambisi nomor satu saya benar-benar ingin terlihat seperti Barbie. Sebab, Barbie adalah bentuk sempurna seorang perempuan dan saya ingin menjadi seperti dia,” sambung Ahola. Bahkan, Ahola menambahkan, dirinya merasa bangga ketika ada orang yang menyebutnya mirip dengan Barbie atau mau menyamai Barbie.

Sebelumnya, diketahui Ahola adalah seorang pembersih biasa. Selama ini dia dibiayai keluarganya untuk bisa melakukan operasi plastik. Namun, karena harganya semakin mahal, makanya dia berani menjual badannya untuk diberikan kepada om-om yang siap membiayai segala kebutuhan hidupnya. Khususnya masalah operasi plastik.

“Ketika saya menjadi pembersih di rumah sakit, saya tidak diperbolehkan memakai make-up dan itu menyakitkan. Tapi, sesekali saya mengenakan bulu mata palsu. Ini lah saya,” tegasnya.

Perlu Anda ketahui, awal keberaniannya menjual tubuhnya saat dirinya melakukan operasi plastik payudara ketiga. Secara resmi, seluruh pembiayaan tersebut ditanggung sugar daddy yang berhasil Ahola temui di online.

Ahola menjelaskan, dirinya menemukan om-om itu di Instagram. “Aku tidak suka mencarinya. Dia datang sendiri kemudian dia bertanya kepada saya apakah ada sesuatu yang saya inginkan dan saya mengatakan bahwa saya ingin payudara lebih besar,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Jangan Paksa Si Kecil Peluk Sanak Saudara yang Belum Dia Kenal, Ini Penjelasannya

Sementara itu, pembesaran payudara yang dilakukan Ahola hampir membawa hidupnya pada ujung kematian setelah dia mengalami kejang dan pembengkakan di otak. Orang tua berada di samping tempat tidur Amanda sambil berdoa agar dia bisa bertahan.

“Ini operasi terakhir saya dan saya hampir meninggal. Saya tidak begitu ingat tapi saya sedikit menginga, saat itu saya ke ruang operasi dan kemudian saya ingat terbangun dengan mimpi yang benar-benar aneh bahwa saya berada di ranjang rumah sakit dan kemudian saya melihat ibu dan pacar saya,” papar dia.

 

"Ibuku tidak tahu aku sedang menjalani operasi. Mereka mulai menangis dan ibu saya mengatakan kepada saya bahwa ada sesuatu yang terjadi setelah operasi dan mereka bertanya kepada saya, "Apakah Anda ingat kami?”,” tambahnya.

Ibu Ahola, Nina, berkata bahwa dirinya menerima telepon dan mendengar kabar buruk. "Anakmu sedang dalam keadaan darurat dan mungkin akan mati,” ucap petugas rumah sakit pada Nina.

Dari semua itu, Ahola menegaskan bahwa dirinya tidak menyesal. “Saya tidak menyesali pada apa yang terjadi, karena saya membuat pilihan dan itu konsekuensinya. Tapi saya benar-benar hancur karena saya tahu ini akan menjadi akhir dari operasi lagi," keluh Ahola.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini