Tenun Troso Jepara Siap Jadi Kain Etnik Indonesia yang Fashionable

Devi Setya Lestari, Jurnalis · Senin 20 November 2017 21:11 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 20 194 1817373 tenun-troso-jepara-siap-jadi-kain-etnik-indonesia-yang-fashionable-5Yq3FTS6ht.jpeg Tenun Troso Jepara (Foto: Devi/Okezone)

SUDAH bukan rahasia lagi jika Indonesia terkenal akan kekayaan kain tradisionalnya. Mulai dari batik, lurik hingga tenun, semuanya bisa dijadikan kain yang potensial untuk dibuat pakaian modern. Salah satu yang juga tak kalah cantik adalah tenun troso kebanggaan masyarakat Jepara, Jawa Tengah.

Jika menyebut kain tenun pasti banyak orang akan langsung memusatkan perhatian pada daerah Indonesia Timur yang memang memiliki ragam varian tenun yang memesona. Tapi jangan salah karena tanah Jawa juga memiliki tenun yang tak kalah cantiknya. Di tangan desainer Leny Rafael, tenun troso bisa jadi item fashion yang terkesan mewah.

Ditemui Okezone di Jakarta, Lenny mengatakan mendapat inspirasi untuk membuat tenun troso menjadi naik kelas. “Inspirasinya ingin mengangkat tenun troso, kalau tenun diolah jadi kain biasa saja kan kurang oke jadi saya mengangkat bahan daerah Indonesia khususnya tenun troso jadi pakaian pesta,” kata Leny yang juga menghargai karya etnik dari tanah kelahirannya, Jawa.

Alasan ia memilih kain tenun troso adalah karena sudah terlalu banyak desainer yang menggunakan batik, tenun dari Indonesia Timur seperti NTT maupun NTB. Padahal di setiap pelosok daerah memiliki kain etnik yang tak kalah cantiknya.

Lebih lanjut Lenny menjelaskan tenun troso memiliki perbedaan motif dengan tenun asal Indonesia Timur. Motif tenun Troso didominasi oleh motif geometris hingga karakter flora dan fauna, motif ini seolah menggambarkan atmosfir pedesaan.

Sementara dari warnanya, tenun troso didominasi warna alam antara lain coklat, hitam, merah tua dan hijau. Menurutnya tenun dengan warna alam punya banderol lebih mahal karena lebih tempak sisi etniknya.

Bahan tenun yang tradisional ini bisa dijadikan pakaian pesta asalkan bisa memadupadankan dengan bahan lainnya. “Bisa dipadukan dengan bahan yang bisa membuat terlihat mewah seperti lace, sutra, satin, organsa. Bisa juga ditambah blink-blink, bordir atau bunga-bunga supaya tampak mewah namun tidak meninggalkan sisi etniknya,” jelas Leny.

Sementara untuk perawatan pakaian dengan tenun etnik, Leny tak lupa memberikan tips dan triknya. Merawat tenun seperti merawat batik, metode pencucian yang bisa diterapkan adalah dry clean. Sementara jika pakaian tidak terkena keringat berlebih maka cukup diangin-anginkan saja. Tujuan perawatan khusus ini adalah agar warna pada kain tenun tetap terjaga dan bentuk pakaian juga tidak menyusut.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini