Jangan Paksa Si Kecil Peluk Sanak Saudara yang Belum Dia Kenal, Ini Penjelasannya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 20 November 2017 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 20 196 1816975 jangan-paksa-si-kecil-peluk-sanak-saudara-yang-belum-dia-kenal-ini-penjelasannya-TxI1qNvWIC.jpg

PERNAHKAH Anda memaksa si kecil untuk mau memeluk sanak saudara yang sudah lama tidak berjumpa? Atau setidaknya mencium pipi salah satu sisi sebagai tanda selamat datang? Jika iya, apa yang Anda lakukan ternyata salah!

Kenapa begitu? Dijelaskan dalam laman Mirror, Senin (20/11/2017), apa yang telah Anda lakukan akan berdampak pada masa depan si kecil. Rasa bersalah dan juga rasa berhutang budi yang Anda ajarkan kepada si kecil dengan tidak membalas pelukan membuat si kecil akan merasa terpaksa dan tidak enak hati untuk melakukan hal baik pada orang baru.

Seorang ahli parenting dan psikolog perkembangan Dr. Andrea Bastiani Archibald menjelaskan dampak dari “paksaan” untuk memeluk sanak saudara bagi si kecil. Ini memang tidak melulu terjadi pada setiap anak, tetapi pada umumnya, si kecil akan menjaga jarak dengan orang yang baru dia ketemui dan tentunya akan sangat sulit baginya untuk langsung bersikap ramah, apalagi sampai mau memeluknya.

Dr Archibald mengatakan gagasan tentang persetujuan mungkin tampak sangat dewasa. Namun, pelajaran yang dipelajari anak perempuan saat mereka muda tentang pengaturan batas-batas fisik dan mengharapkan mereka dihormati seumur hidup, dapat mempengaruhi perasaannya tentang dirinya dan tubuhnya saat dia bertambah tua.

“Setiap orangtua sepatutnya belajar untuk memelajari arti dari suatu persetujuan. Nah, ini pun berlaku pada kasus si kecil tidak mau memeluk orang asing sekalipun itu saudaranya sendiri. Persetujuan yang diamini orangtua tentunya akan berdampak baik pada diri si kecil,” terangnya.

(Baca Juga: Biarkan Anak Jadi Saksi Kisah Cinta Orangtua agar Merasa Dicintai)

Dr Archibald melanjutkan, banyak juga dari orangtua yang malah memberikan hukuman pada si kecil yang tidak mau memeluk orang lain. Seperti misalnya cubitan kecil atau “Hayo, kalau nggak mau peluk, nanti nggak dapat permen dari tante” pernyataan seperti itu yang akhirnya membuat si kecil malah semakin membuat jarak.

Laman Mirror pun coba menjelaskan salah satu kasus yang terjadi. Salah seorang ibu mengungkapkan bahwa tidak ada anak perempuan yang secara serius berpikir bahwa dia harus bersikap “ramah” dengan cara memeluk atau memberikan ciuman kecil. Hal itu terbentuk karena secara alamiah, anak kecil memiliki jarak.

(Baca Juga: Gunakan Pelukan untuk Mengetahui Rahasia Anak)

Seorang ibu lain mengungkapkan bahwa anak-anak pantas untuk memutuskan apa yang mereka lakukan dengan tubuh mereka sendiri. Memaksa mereka untuk memberikan pelukan adalah tindakan yang salah.

“Setiap orangtua harus mau menghormati keputusan anaknya. Beri mereka pilihan bagaimana cara menyampaikan rasa sayangnya pada orang lain,” ungkapnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini