nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inspiratif! 2 Remaja Kakak-Beradik Ini Buka Sekolah untuk Anak Tunawisma

Maharani Putri Sabillah, Jurnalis · Senin 20 November 2017 13:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 20 196 1817049 inspiratif-2-remaja-kakak-beradik-ini-buka-sekolah-untuk-anak-tunawisma-fi45nX5kog.png Shireen dan Hasan buka sekolah untuk tunawisma (Foto: Mvslim)

SEKIRA 47% anak-anak di Karachi tidak memiliki akses pendidikan. Banyak anak yang berusia di bawah 14 tahun bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Bahkan selain bekerja, mereka juga merawat keluarganya sendiri yang tidak bisa menyekolahkannya.

Namun, berkat inisiatif gadis berusia 15 tahun bernama Shireen dan saudaranya, Hasan, anak-anak tersebut memiliki peluang untuk bersekolah. Shireen dan Hasan membuka sekolah jalanan di kafe Clifton, Karachi, Pakistan. Sekolah tersebut bertujuan untuk mendidik anak-anak miskin dan tunawisma di kota Karachi. Kehadiran sekolah itu juga seakan memenuhi impian anak-anak untuk menjadi orang berpendidikan dan sukses.

Sekira 25 anak yang menjual bunga, tisu atau mengemis di sepanjang trotoar datang ke sekolah itu untuk belajar. Shireen dan Hasan menghabiskan 2 jam untuk mengajar anak-anak dari hal-hal yang dasar, seperti membaca huruf alfabet Inggris, alfabet Urdu dan menghitung angka.

Dilansir dari mvslim.com (20/11/2017), awal Shireen membuka sekolah khusus tunawisma itu ketika ada seorang gadis kecil mengemis kepadanya di trotoar. Hatinya terketuk untuk membantu orang yang membutuhkan. Lalu, ia membahas hal tersebut dengan saudara laki-lakinya, Hasan, yang juga bersemangat membantu orang. Hasan mengatakan bahwa ia selalu ingin menyebarkan ilmunya dan bekerja untuk pendidikan.

Sekolah yang didirikan di Kafe Clifton itu dibagi menjadi 7 baris dengan 3 kolom dan dibagikan dalam divisi dari playgroup sampai kelas 1. "Kami mengajar mereka 6 hari dalam seminggu dan pada Jumat, mereka melakukan latihan di kelas. Mereka libur pada hari Minggu," kata Shireen.

Salah satau anak yang datang ke sekolah itu ialah Sidratul Muntaha. "Saya ingin belajar dan menjadi terdidik seperti orang lain tapi keluarga saya tidak mampu memenuhinya," kata Sidratul Muntaha yang berusia 6 tahun. Ia secara teratur menghadiri kelas selama 4 bulan terakhir. Ayahnya bekerja sebagai buruh dan dia merasa bangga saat bisa membaca beberapa abjad Inggris kepada ayahnya.

Setelah berhasil mendidik 55 siswa, dua bersaudara ini mendirikan 2 sekolah jalanan lagi di Qayyumabad dan di Zamzama. Shireen dan Hasan memperkerjakan 4 guru untuk memberi pelajaran dasar. Sebuah mobil van juga telah disediakan untuk melayani anak-anak yang berasal dari daerah jauh.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini