nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Daerah dengan Ritual Mengerikan Jelang Pubertas Harus Dilakukan Anak-Anak

Annisa Aprilia, Jurnalis · Senin 20 November 2017 15:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 20 196 1817158 daerah-dengan-ritual-mengerikan-jelang-pubertas-harus-dilakukan-anak-anak-VH9gUpGyIG.jpg Meratakan payudara (Foto: Sheknows)

KEBUDAYAAN yang ada di setiap negara memiliki ciri khas yang berbeda. Sebagian dari kebudayaan tersebut masih dipertahankan, dan diteruskan pada generasinya hingga kini.

Salah satu kebudayaan yang masih diterapkan tersebut, yaitu ritual untuk menandakan seorang anak yang akan beranjak dewasa atau remaja. Ritual yang telah menjadi tradisi dilakukan dengan cara yang tidak biasa, bahkan mengundang rasa takut.

Melansir dari IndiaTimes, Senin (20/11/2017), berikut sederet negara yang masih mempertahankan ritual menakutkannya saat ada anak yang baru memasuki masa pubertas.

Dilukai Hingga seperti Sisik Buaya

Papua Nugini memiliki tradisi yang cukup mengerikan. Anak laki-laki yang mulai berusia 11 tahun di sana, harus melakukan ritual berupa disayat-sayat punggungnya, hingga bekas luka tampak seperti sisik buaya. Mereka berkewajiban melakukan tradisi ini, karena harus memberi penghormatan pada buaya. Untuk itu, anak laki-laki harus bersedia dilukai punggungnya, dan bercucuran darah.

Minum Sperma Tetua Adat


Ritual adat yang satu ini tidak cukup mengerikan, tapi terkesan menjijikan. Pasalnya, anak laki-laki yang termasuk dalam Etoro, Papua Nugini, harus minum sperma para tetua mereka, ketika mulai beranjak dewasa. Mereka percaya dengan melakukan tradisi tersebut, bisa membuat tubuh menjadi lebih kuat, dan memiliki keberanian yang lebih besar. Hal yang pasti membuat Anda terbelalak adalah anak laki-laki dari suku itu harus mulai minum sperma mulai usia tujuh tahun hingga 17 tahun setiap harinya.

Pengikiran Gigi

Di Indonesia pun ternyata ada ritual adat yang cukup mengerikan. Namanya mepandes, ritual yang masih diterapkan di Bali tersebut, merupakan pengikiran gigi yang dilakukan dengan tujuan untuk menangkal hawa napsu,keserakahan, kamarahan, dan kecemburuan. Namun, hanya dilakukan pada anak perempuan saja yang telah mencapai masa pubertasnya.

Meratakan Payudara

Di saat perempuan yang mulai beranjak dewasa menginginkan payudara yang berisi dan padat, anak-anak gadis di Afrika justru harus meratakan payudara mereka. Ritual meratakan payudara ini menggunakan batu besar, palu atau spatula untuk memampatkan jaringan payudara mereka.

Upacara Sunrise

Gadis-gadis Apache harus melakukan sebuah ritual adat jika telah beranjak dewasa. Upacara yang dilakukan sejak terbit matahari tersebut, dikenal sebagai Na'ii'ees atau upacara pubertas, dilangsungkan selama musim panas setelah menstruasi pertama mereka. Selama melakukan upacara ini, anak-anak perempuan tidak boleh menyentuh kulit mereka, atau minum dari apapun selain tabung minum.

Khitanan Mardudjara

Anak laki-laki suku Aborigin akan dibawa ke hutan tempat para tetua mereka. Ketika berada di hutan, mereka akan disunat. Tidak hanya itu saja, bahkan anak-anak pun harus terpaksa menelan kulit bekas khitan mereka, dengan begitu mereka meyakini akan cepat sembuh. Setelah itu, jika masih berdarah, mereka harus berdiri di atas api.

Tato Sekujur Tubuh

Menato tubuh jadi salah satu hal yang menyakitkan namun harus dilakukan oleh semua anak perempuan yang beranjak dewasa di Paraguay dan Brasil. Tato dianggap sebagai tanda daya tarik seksual pada wanita, dan anak perempuan. Mereka akan dipaksa untuk menato di sekujur tubuh ketika telah masuk dalam masa pubertas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini