Image

Gadis Remaja Minder karena Terlalu Gemuk, Awas Moms Dia Nekat Bunuh Diri!

Vessy Frizona, Jurnalis · Senin 20 November 2017 19:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 20 196 1817364 gadis-remaja-minder-karena-terlalu-gemuk-awas-moms-dia-nekat-bunuh-diri-fVHT7ewqgS.jpg Gadis gemuk (Foto: Smiletoshine)

KETIKA tumbuh menjadi gadis remaja, anak perempuan biasanya lebih peduli dengan penampilan. Khususnya pada bentuk tubuh dan warna kulit. Sebab lingkungan sosial terlanjur mengasumsikan bahwa wanita cantik adalah mereka yang bertubuh langsing, kulit putih, dan berambut lurus-panjang.

Remaja perempuan yang tidak masuk kriteria seperti di atas cenderung minder. Apalagi mereka yang bertubuh gemuk. Psikolog Anak, Aurora Lumbantoruan M.Psi., mengatakan, gemuk memiliki dampak psikososial akibat obesitas pada anak, terutama ketika menjadi remaja. Dalam hal penerimaan sosial kegemukan berdampak pada masalah emosi dan perilaku. Remaja dan anak perempuan lebih terkena dampak sosial ini daripada remaja laki-laki yang gemuk.

 BACA JUGA:

"Sebagai contoh, obesitas memiliki stigma atau stereotip yang cenderung negatif. Dari sudut pandang anak misalnya, apakah anak gemuk nyaman diajak bermain oleh teman-temannya? Untuk permainan fisik yang kompetitif umumnya anak obesitas tidak dapat bergerak aktif atau lamban. Hal ini secara tidak langsung berdampak pada harga diri dan kepercayaan diri rendah,” jelas Aurora.

Tak jauh berbeda dengan yang dialami remaja perempuan, tubuh gemuk menyebabkan mereka tidak percaya diri, merasa ditolak lingkungan, sehingga lebih banyak menyendiri, kemudian berujung depresi. Bahkan dampak depresi itu, menurut Aurora tidak menutup kemungkinan memicu bunuh diri.

"Dalam beberapa kasus memang rasa minder dan ditolak lingkungan membuat seseorang, apalagi remaja yang masih labil mudah depresi. Pada remaja perempuan gemuk bisa membuat mereka nekat bunuh diri. Tapi yang pasti tentunya ada sebab lain yang menjadi faktor pemicu," beber Aurora kepada Okezone, Senin (20/11/2017).

Persoalan remaja yang kompleks adalah salah satunya. "Misal, remaja perempuan yang bertubuh gemuk mengakibatkan dia diputusin pacaranya atau gagal saat mengikuti kompetisi karena tubuhnya tidak memenuhi kriteria. Nah, hal-hal itu yang mengakibatkan si remaja depresi. Bentuknya bisa dengan menyalahkan diri sendiri, minder sehingga malu ke luar rumah, dan merasa kesepian. Lalu mereka jadi malas keluar rumah dan tidak mau beraktivitas. Dalam kesendirian biasa seseorang mudah sekali berpikir yang tidak rasional. Salah satunya bunuh diri atau ingin mengakhiri hidup," jelasnya.

Dampak akumulasi stress bisa membuat seseorang bertindak irasional. Jika tanda-tanda depresi terjadi pada remaja, sebaiknya keluarga, khususnya orangtua cepat mengambil tindakan yang dapat membangkitkan kepercayaan diri.

 BACA JUGA:

"Dengan memberi dukungan, seperti memberi tahu kelebihan yang si anak punya itu dapat membuat mereka tidak melihat kekurangan diri saja. Tapi yang terpenting adalah memberi solusi dari masalah yang mereka hadapi. Misalnya mengatur pola makan dan banyak beraktivitas fisik," tukas Aurora.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini