Mengenal Destinasi Wisata Jawa Timur di Anjungan TMII

Agregasi Antara, Jurnalis · Senin 20 November 2017 14:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 20 406 1817138 mengenal-destinasi-wisata-jawa-timur-di-anjungan-tmii-6wGUjUfTEt.jpg

Meski awalnya cuaca menyengat, usai makan siang dan Salat Jumat, hujan turun cukup deras saat itu. Setelah menunggu reda, Pak Narno menjelaskan satu per satu mulai pintu gerbang yang lokasinya tepat menghadap danau.

Di anjungan Jatim, pengunjung diperkenalkan dengan beragam budayanya. Di mulai dari depan atau di bagian awal, halaman ditandai dengan dua buah patung, Kotbuto dan Angkobuto, yang mengapit jalan masuk anjungan.

Menurut cerita, patung tersebut merupakan gambaran patih kembar dari Blambangan, selagi diperintah oleh Menak Jinggo. Di halaman ini juga dibangun kompleks percandian Penataran di Blitar dalam ukuran yang sebenarnya, dilengkapi dengan sebuah patung Ganesha di dalamnya.

"Ukuran yang dibangun di sini, sama dengan ukuran Candi Penataran sebenarnya di Blitar," kata pria yang sudah sejak 1984 bertugas di anjungan Jatim tersebut.

Kemudian, di sana juga diperlihatkan keagungan Kerajaan Majapahit yang digambarkan dalam bentuk relief "Penobatan Raden Wijaya" sebagai raja Majapahit Pertama. Diperagakan pula adegan "Sumpah Palapa", yang mana Patih Majapahit, Gadjah Mada, bersumpah akan menyatukan Nusantara.

Sedangkan, di sisi kiri, patung kerapan sapi dengan latar belakang perbukitan kapur utara menggambarkan permainan dan tontonan dari Pulau Madura yang populer itu.

Beralih ke halaman berikutnya, digambarkan alam perjuangan, termasuk tegaknya berdiri sebuah tugu tinggi meruncing yang bersegi 10 dan mempnyai 11 keratan, yaitu tiruan Tugu Pahlawan yang sebenarnya berada di Kota Surabaya atau dikenal dengan sebutan Kota Pahlawan.

Di depannya nampak patung patriot bambu runcing yang mengingatkan gigihnya para pahlawan melawan dan mengusir penjajah, dan betapa banyaknya yang gugur sebagai kusuma bangsa pada saat itu.

(Baca Juga: Jawa Timur Memiliki Banyak Wisata Religi)

Perjuangan "Arek-arek Suroboyo" itu tergambar pada relief pertempuran 10 November 1945, kemudian ada juga relief menceritakan peristiwa penyobekan bendera merah putih biru di Hotel Yamato, sampai dengan penghancuran markas kompeitei, tepat di depan kantor Gubernur Surabaya.

Di halaman ini juga terlihat bangunan tiruan menara Masjid Ampel yang pada sejarah mencatat bahwa di antara sembilan tokoh penyebar agama Islam di Jawa timur yang terkenal dengan sebutan "Wali Songo", terdapat beberapa di antaranya berada di Jawa timur, yaitu Sunan Bonang, Sunan Ampel, Sunan Giri, dan Sunan Drajat. 

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini