nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Canggih Tapi Ngeri, Rekayasa Genetika Pertama pada Manusia Dilakukan di California

Annisa Aprilia, Jurnalis · Senin 20 November 2017 13:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 20 481 1817076 canggih-tapi-ngeri-rekayasa-genetika-pertama-pada-manusia-dilakukan-di-california-sFtYHXh72b.jpg Rekayasa genetika pada manusia (Foto:Dailymail)

REKAYASA genetika selama ini baru dilakukan terhadap tumbuhan atau binatang saja. Namun, belakangan telah dilakukan sebuah rekayasa genetika yang melibatkan manusia sebagai objeknya.

Seperti yang kita ketahui selama ini, rekayasa genetika adalah suatu proses manipulasi gen yang bertujuan untuk mendapatkan organisme yang unggul. Dengan dilakukannya rekayasa genetika, manusia bisa mendapatkan organisme yang memiliki sifat sesuai dengan yang diinginkan, mulai dari keunggulannya hingga sifat yang baik.

Namun, sebuah rekayasa genetika pada manusia akhirnya dilakukan. Rekayasa genetika pertama yang dilakukan terhadap manusia, telah terjadi di California. Melansir dari BBC, Snin (20/11/2017), Brian Madeux menjadi manusia pertama yang diuji coba dengan terapi rekayasa genetik. Uji coba terapi rekayasa genetik yang dilakukan terhadap Madeux bukan tanpa alasan.

BACA JUGA:

VIRAL! Bermodalkan Balon dan Bola Pingpong, Perempuan Ini Coba Jelaskan Proses Persalinan

Pasalnya, Madeux diberi perawatan eksperimental untuk mencoba memperbaiki cacat DNA-nya yang menyebabkan timbulnya sindrom Hunter. Sindrom yang dialami Madeux tersebut ada karena mutasi genetik.

"Saya merasa sakit setiap detiknya," ucap Madeux.

Sindrom Hunter cukup jarang terjadi. Pasien yang dilahirkan dengan sindrom Hunter tidak memiliki genetik ysng menginstruksikan suatu enzim untuk memecah molekul gula yang disebut mucopolysaccharides. Sebagai gantinya, mereka akan membangun di dalam tubuh dan merusak otak hingga organ lainnya.

 

"Saya benar-benar mengira saya tidak akan hidup sampai usia 20an," tambahnya.

Untuk kecacatan DNA ini, pasien memerlukan terapi penggantian enzim secara teratur untuk memecah mucopolysaccharides. Tapi, Madeux telah melakukan rekaysa genetika, sehingga ia bisa menyusun ulang DNA-nya dan memberi petunjuk pembuatan enzim.

 BACA JUGA:

Rela Dipacari Sugar Daddy yang Penting Perempuan Muda Ini Bisa Oplas Mirip Barbie

Terapi yang dilakukan oleh Madeux dimasukkan ke dalam aliran darahnya setiap Senin, di Rumah Sakit Anak UCSF Benioff di Oakland. Terapi tersebut mengandung dua molekuler yang disebut nukleases jari zinc yang memotong DNA pada titik yang tepat.

Hal ini dilakukan untuk menciptakan celah bagi sepotong DNA baru yang berisi instruksi yang diinginkan, dan untuk dimasukkan ke dalam kode genetik pasien. Terapi genetika telah dirancang sehingga menjadi aktif hanya setelah masuk ke dalam sel hati Madeux.

"Saya sangat optimis, kami memiliki cara aman dan manjur untuk memberikan terapi gen," ucap Dr Chester Whitley, salah satu dokter yang menangani Madeux.

Lebih lanjut, Dr Chester juga menuturkan, jika bayi yang mengalami sindrom hunter tidak diobati akan kehilangan 20 poin IQ pertahunnya. Kembali pada kasus Madeux, sejauh ini belum ada efek samping yang terjadi padanya. Semua masih terus berjalan dengan baik, maka ada sembilan pasien akan menerima prosedur percobaan sebagai bagian dari penelitian ini.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini