nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Obesitas Sejak Dini dengan Kurangi Pemberian Hadiah Makanan ke Anak

Vessy Frizona, Jurnalis · Senin 20 November 2017 21:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 20 481 1817416 cegah-obesitas-sejak-dini-dengan-kurangi-pemberian-hadiah-makanan-ke-anak-uCCgdlA5sa.jpg Ilustrasi (Foto: Asda Baby and Toddler Club )

PERUT kenyang menjadi salah satu kebahagiaan bagi banyak orang. Maka tak heran jika makan enak untuk memanjakan perut dan lidah menjadi goal mereka-mereka yang doyan makan.

Namun, kebanyakan makan ternyata tidak baik bagi kesehatan. Apalagi jika sudah berimbas pada kelebihan berat badan atau kegemukan. Dalam istilah kedokteran kelebihan berat badan disebut juga obesitas yang berdampak pada munculnya penyakit.

Obesitas, bukan saja dialami orang dewasa, tetapi juga sudah banyak dialami anak-anak. Hal itu dipicu oleh banyak faktor, mulai dari pola asuh, gaya hidup, asupan makanan.

Psikolog Anak, Aurora Lumbantoruan M.Psi., mengungkap, obesitas yang menimpa anak-anak, mulai dari bayi hingga remaja bisa disebabkan oleh kesalahan pola asuh orangtua. Misalnya dalam memberi reward.

"Orangtua dari anak yang mengalami obesitas cenderung menggunakan makanan tinggi lemak dan kalori sebagai reward untuk memotivasi anak. Misalnya, jika mendapat nilai tinggi nanti dikasih cokelat, boleh makan permen, es krim, atau boleh makan enak di restoran yang anak suka," kata Aurora kepada Okezone saat ditemui dalam acara talkshow di Jakarta, Senin (20/11/2017).

Padahal, sambungnya, reward berupa makan-makan yang mengandung banyak lemak dan kalori punya dampak buruk bagi kesehatan dan menimbukan kesalahan persepsi tentang makanan.

"Anak-anak yang sering dikasih hadiah makanan yang manis-manis bisa beranggapan bahwa makanan itu tidak menimbulkan masalah bagi kesehatan mereka. Sehingga begitu anak tumbuh besar mereka anak senang mengkonsumsi makanan tidak sehat atau tinggi lemak dan kalori. Terlebih ketika anak sudah besar dan punya penghasilan sendiri mereka akan dengan mudahnya membeli makanan tidak sehat," jelasnya lebih lanjut.

Tentunya, dari sisi kesehatan mengkonsumsi makanan tidak sehat atau tinggi kalori dan lemak dapat memicu beberapa penyakit. Seperti diabetes, jantung, atau sesak napas.

"Dari sisi psikologis juga berdampak pada rendahnya rasa percaya diri. Kemudian secara tumbuh-kembang juga tidak optimal. Seperti asupan nutrisi tidak terpenuhi, anak tidak aktif, kurang pengalaman karena kenyakan duduk akibat susah bergerak," tukasnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini